Menu

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 23 Jan 2025 15:06 WIT ·

Protes SK Bodong di Halsel, Praktisi Hukum Desak Penegakan Hukum Tegas


 Meidi Noldi Kurama Perbesar

Meidi Noldi Kurama

Halsel, SerambiTimur – Polemik penerbitan Surat Keputusan (SK) bodong terkait seleksi CPNS, K2, dan P3K terus menjadi isu panas di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Halsel pun disorot karena diduga tidak memiliki data valid terkait jumlah pegawai ASN, honorer, dan PTT di lingkup Pemkab Halsel.

Kasus ini berulang setiap tahun, memicu protes dari pegawai yang merasa dirugikan. Nama-nama yang tidak memenuhi persyaratan sering kali lolos seleksi melalui SK yang dianggap bermasalah atau tidak sah.

Praktisi hukum muda Halsel, Meidi Noldi Kurama, SH, mendesak agar aparat penegak hukum (APH) bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan wewenang. Ia menyoroti keterlibatan sejumlah kepala sekolah, dinas, dan badan yang diduga menerbitkan SK bodong demi memuluskan orang-orang dekat mereka.

“Kecurangan ini mencoreng integritas sistem seleksi pegawai. Kepala Daerah harus bertanggung jawab memastikan kelulusan CPNS, K2, dan P3K dilakukan secara transparan dan sesuai kriteria,” ujar Noldy.

Ia juga menekankan bahwa klarifikasi dengan kementerian dan lembaga terkait harus dilakukan agar tidak ada honorer bodong yang diangkat secara tidak sah.

“Honorer bodong ini terjadi karena adanya suplai dari oknum-oknum yang memanfaatkan celah aturan, sementara permintaan datang dari orang-orang yang sangat mendambakan menjadi PNS. Aparat hukum perlu menindak tegas pelaku penerbitan SK bodong,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BKPPD Halsel, Abdillah Kamarullah, saat dikonfirmasi, mengklaim bahwa pihaknya hanya melakukan verifikasi terhadap dokumen pemberkasan. Ia menyebut penerbitan SK berasal dari dinas terkait.

“SK itu keluarnya dari dinas, kami hanya memverifikasi saat pemberkasan,” jelas Abdillah singkat.

Polemik ini terus bergulir dan menjadi sorotan publik, khususnya di media sosial. Masyarakat berharap adanya transparansi dan tindakan tegas untuk memastikan proses seleksi pegawai berjalan jujur dan adil.

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Format Surat Mundur Disiapkan BKD, Ada Apa di Balik Nonaktifnya Pejabat Malut?

7 Juli 2026 - 16:05 WIT

GPM Desak KPK Periksa Raja Juli, Minta Kasus Suap Kuansing Diusut hingga Akar

5 Juli 2026 - 20:20 WIT

Polres Ternate Musnahkan 15.771 Botol Miras Ilegal dan 5,6 Kg Ganja

1 Juli 2026 - 20:13 WIT

Dari AGK ke Serly Tjoanda: Pejabat Terperiksa Tipikor Tetap Kuasai Jabatan Strategis

1 Juli 2026 - 10:58 WIT

Sambut HUT RI ke-81, Pemkot Ternate Hapus Denda PBB Selama Tiga Bulan

30 Juni 2026 - 22:01 WIT

GPM Kepung Kantor Antam, Desak Dirut Dicopot dan Anak Perusahaan di Haltim Dibekukan

30 Juni 2026 - 21:58 WIT

Trending di Daerah