Menu

Mode Gelap

Daerah · 4 Jun 2024 15:59 WIT ·

PJ Gubernur. Soal PLT Milik Dikbud Sementara Di Audit Inspektorat.


 PJ Gubernur. Soal PLT Milik Dikbud Sementara Di Audit Inspektorat. Perbesar

Serambitimur – Proyek pembanguan laboratorium pendidikan terpadu (LPT) milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, yang menelan anggaran senilai Rp Rp 25.358.703.040,57 (25,3 miliar diduga  menyalahi tata ruang perkotaan.

Pembangunan LPT Milik Dikbud Malut Yang Di Duga Bermasalah

Pj Gubernur Maluku Utara Samsudin Abdul Kadir mengatakan, pembangunan LPT Dikbud sedang dilakukan audit oleh Inspektorat. Samsudin  menegaskan jika hasil audit ditemukan proyek tersebut menyalahi prosedur, maka akan dibatalkan.

“Saya sudah perintahkan Inspektorat untuk menelusuri (audit). Kalau unsur-unsurnya tidak memenuhi berarti dibatalkan. Misalnya IMB, maka kita harus cek. Bisa saja dibongkar kalau menyalahi tata ruang,” tegasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Imran Yakub, ketika dikonfirmasi menyatakan proyek ini bermasalah. Proyek ini menyalahi tata ruang lantaran tidak adanya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Kota Tidore Kepulauan.

“Yang saya pahami dengan laboratorium berdasarkan PP 19 tentang standar pendidikan melekat di sekolah, bukan di luar dari itu. Jadi proyek ini dihentikan smentara sambil menunggu hasil audit dari Inspektorat. Apakah dilanjutkan atau tidak, kita lihat hasil audit,” katanya kepada wartawan, Senin (3/6).

Sekadar diketahui, proyek LPT ini dibangun di masa kepala dinas sebelumnya, yakni mendiang Imam Machdi Hasan dan Sekretarisnya Fahmi Alhabsy.

Proyek yang menghabiskan puluhan miliar ini terbagi atas 11 item pekerjaan, yakni pembangunan drainase LPT Kota Tidore Kepulauan sebesar Rp 819.967.708,91. Pembangunan ruang aula (Auditorium) LPT Kota Tidore Kepulauan sebesar Rp 3.346.087.692,73. Pembangunan ruang ibadah Kota Tidore Kepulauan sebesar Rp 811.607.766,47. Pembangunan ruang laboratorium IPA, komputer, perpustakaan dan ruang teori LPT Kota Tidore Kepulauan sebesar Rp 4.472.986.976,96.

Selanjutnya, pembangunan ruang asrama putra dan putri Kota Tidore Kepulauan sebsar Rp 2.588.810.000. Pembangunan area parkir dan landeskap LPT Kota Tidore Kepulauan sebesar Rp 862.283.000. Pembangunan ruang makan dan dapur umum LPT Kota Tidore Kepulauan sebesar Rp 1.107.413.000.

Pembangunan rumah susun guru dan tenaga pendidik Kota Tidore Kepulauan sebesar Rp 2.582.294,000. Pembangunan ruang praktik kompetensi agribisnis tanaman pangan dan TKJ LPT Kota Tidore Kepulauan sebesar Rp 4.568.262.000. Pembangunan ruang guru, ruang pengelola, dan tenaga pendidik LPT sebesar Rp 2.742.776.000. Pembangunan jalan LPT Kota Tidore Kepulauan Rp 1.454.754.895.(**)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Lindungi Kasus Korupsi Rp2,8 Miliar, Polda Malut Disorot Aktivis Mahasiswa

12 Januari 2026 - 23:58 WIT

Akademisi Unkhair: Penonaktifan Empat Kepala OPD Malut Sarat Kepentingan

12 Januari 2026 - 10:14 WIT

Dinonaktifkan Karena Diperiksa, Akademisi Pertanyakan Kenapa Abubakar Tetap Bertahan

10 Januari 2026 - 15:54 WIT

Dinsos Malut Paparkan Langkah Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut

10 Januari 2026 - 07:38 WIT

Usai Diterjang Hujan Deras, Wakil Wali Kota Ternate Bangun Kembali Rumah Warga dari Dana Pribadi

9 Januari 2026 - 18:35 WIT

Diduga Cari Aman, Kepala OPD Malut Saling Siku Rebut Perhatian Gubernur

9 Januari 2026 - 18:27 WIT

Trending di Hukum & Kriminal