SerambiTimur, Sofifi– Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sofifi akan dilanjutkan pada tahun 2025. Proyek ini sebelumnya terhambat oleh masalah hutang kepada pihak ketiga.
Proyek senilai Rp123 miliar, yang didanai melalui skema pinjaman daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), hingga Juli 2024 belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara, dr. Idhar Sidi Umar, menyatakan bahwa pembangunan akan dilanjutkan tahun depan karena anggaran tahun ini dialokasikan untuk membayar hutang.
“Kita akan lanjutkan tahun depan. Tahun ini tidak ada anggaran untuk pembangunan, seluruh fokus bayar utang,” katanya pada Selasa (9/7).
Menurut dr. Idhar, kelanjutan pembangunan ini akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan diperkirakan memerlukan puluhan miliar rupiah. Oleh karena itu, rencana ini perlu dikoordinasikan dengan Penjabat Gubernur Samsuddin Abdul Kadir.
“Anggarannya nanti akan disampaikan ke Penjabat Gubernur untuk penyediaan anggaran tahap pertama, yang mencakup struktur bangunan. Diperkirakan membutuhkan anggaran Rp20 miliar hingga Rp30 miliar. Kami sepakat untuk membangun rumah sakit dengan menggunakan APBD tanpa pinjaman lagi,” jelasnya.
Dr. Idhar menambahkan, proyek ini tidak hanya belum mencapai progres signifikan, tetapi juga menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
“Awalnya ada kesepakatan dengan SMI, namun terjadi kesalahan administrasi sehingga kami menghentikan pembangunannya. Saat kerja sama diputuskan, progresnya baru mencapai sekitar 10 persen. BPK menemukan adanya kelebihan pembayaran yang harus dikembalikan ke pemda dan proses pengembalian sedang berjalan,” tutupnya.


















Tinggalkan Balasan