TERNATE, SerambiTimur – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ternate menggelar pelatihan dan simulasi tanggap darurat sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan pemasyarakatan, Rabu (21/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIT hingga selesai itu dilaksanakan di Lapas Perempuan Ternate dan melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kota Ternate sebagai narasumber dan instruktur utama.

Agustina (Kepala LPP Ternate)
Pelatihan diikuti langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ternate, Agustina, bersama seluruh jajaran petugas serta warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Dalam sambutannya, Agustina menegaskan bahwa pelatihan dan simulasi tanggap darurat merupakan kebutuhan mendesak bagi lembaga pemasyarakatan yang memiliki tingkat risiko tinggi.
“Lapas merupakan objek vital dengan potensi keadaan darurat yang cukup besar. Karena itu, seluruh petugas dan WBP harus memiliki kesiapsiagaan, kecepatan bertindak, serta kemampuan koordinasi yang baik saat menghadapi situasi darurat,” ujar Agustina.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BASARNAS Kota Ternate atas kesediaan berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada jajaran Lapas Perempuan Ternate.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Lapas Perempuan Ternate, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh instruktur BASARNAS. Materi yang diberikan meliputi pengantar pertolongan pertama, teknik pemindahan korban, pengenalan berbagai jenis keadaan darurat, prosedur evakuasi, penggunaan alat keselamatan, penanganan patah tulang, hingga simulasi langsung penanganan keadaan darurat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar serta diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta.















Tinggalkan Balasan