Gosowong, SerambiTimur– Ketika banjir bandang meluluhlantakkan Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate pada Minggu (25/8/2024), hati banyak orang tergerak oleh rasa duka dan empati. Salah satu di antaranya adalah Presiden Direktur NHM, Haji Robert Nitiyudo. Dengan penuh kepedulian, ia segera menyampaikan keprihatinannya atas bencana tersebut dan berkomitmen untuk memberikan bantuan nyata kepada para korban.
Haji Robert, bersama seluruh karyawan NHM, tak tinggal diam. Mereka berencana mengirimkan bantuan kemanusiaan yang mencakup berbagai kebutuhan mendesak: mulai dari uang tunai, paket sembako, obat-obatan, hingga menyewa hotel-hotel di sekitar wilayah bencana untuk menampung para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban penderitaan yang saat ini dirasakan oleh warga terdampak.
Tidak hanya itu, tim Emergency Response Team (ERT) NHM, yang dikomandoi oleh Zakaria Barham, langsung bergerak cepat. Beranggotakan tujuh orang, yakni Iwan Sutan Panduko, Risal Sahiba, Sunda Dalman, Ricky Akbar Darmin, Ruud Guulid S. Junus, dan Aristo Ely, mereka bergegas menuju Ternate untuk bergabung dengan Tim SAR gabungan di lokasi bencana.
Banjir bandang yang terjadi pada pukul 03.30 WIT, Minggu dini hari, disebabkan oleh hujan deras yang terus mengguyur Kota Ternate sejak Sabtu malam. Banjir ini tidak hanya menghancurkan puluhan rumah, tetapi juga mengakibatkan lumpur dan material lainnya menutup akses jalan raya yang menghubungkan Kastela dengan Rua, memutus jalur transportasi utama di wilayah itu.
ERT NHM, dengan semangat tak kenal lelah, saat ini masih berfokus pada pembersihan material banjir, pencarian korban yang diduga masih terperangkap, serta perencanaan pembuatan posko utama, posko kesehatan, dan tenda pengungsian. Mereka berdiri di garis depan, membawa harapan dan bantuan di tengah situasi yang penuh kepedihan ini.
Haji Robert dan timnya berharap, dengan segala upaya yang dilakukan, para korban banjir bandang di Ternate dapat merasakan sedikit kelegaan dan dukungan di tengah cobaan berat yang mereka hadapi. Di saat yang sulit ini, uluran tangan dari mereka yang peduli adalah cahaya yang menerangi jalan bagi para korban untuk kembali bangkit.



















Tinggalkan Balasan