Sofifi, Maluku Utara- Pembangunan infrastruktur gedung jantung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie, Kota Ternate, terancam tertunda karena tidak ada rekanan yang memenuhi syarat tender. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa alat jantung yang telah disubsidi sebesar Rp 70 miliar oleh Kementerian Kesehatan bisa dialihkan ke provinsi lain.
Anggota DPRD Maluku Utara, Jasmin Raino, mendesak Gubernur Maluku Utara untuk segera mencari solusi atas masalah ini. Jasmin mengingatkan bahwa dana pembangunan gedung jantung sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan sebesar Rp 30 miliar, tetapi proses tender terus mengalami kegagalan.
“Kami meminta Gubernur untuk segera menyelesaikan masalah ini. Jika gedung tidak segera dibangun, kita akan kehilangan dana subsidi Rp 70 miliar untuk alat jantung,” ujar Jasmin dalam rapat paripurna DPRD, Jumat (20/9/2024).
Menanggapi desakan tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Maluku Utara, Samsudin A. Kadir, menjelaskan bahwa Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) sudah dua kali melakukan lelang, tetapi semuanya gagal karena pihak kontraktor tidak memenuhi syarat.
“Karena dua kali gagal lelang, kami akan melakukan penunjukan langsung (PL) pada proses ketiga,” kata Samsudin saat ditemui media.
Ketika ditanya mengenai batasan anggaran penunjukan langsung yang umumnya tidak bisa melebihi Rp 10-20 miliar, Samsudin menjelaskan bahwa kontraktor sebelumnya hanya mampu di angka Rp 10 miliar. Ia menekankan bahwa pekerjaan ini adalah mekanik dan elektrik, bukan struktur, sehingga ia yakin prosesnya bisa selesai jika dilakukan dengan baik.
“Ini bukan pekerjaan struktur, hanya mekanik dan elektrik, jadi pasti bisa dikerjakan,” pungkasnya.



















Tinggalkan Balasan