TERNATE, Serambitimur.id — Bukan sekadar serah‑terima jabatan, pelantikan dr. Rosita sebagai Direktur definitif RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate pada Senin (2/11/2026) merupakan rangkaian kerja nyata yang dilakukannya selama enam bulan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Acara pelantikan berlangsung di Ruang Bidadari Kantor Gubernur Maluku Utara, dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi.
Sebelum resmi menjabat definitif, dr. Rosita telah memulai berbagai pembenahan untuk mengatasi keluhan utama masyarakat, yakni kepadatan antrean di tujuh unit layanan rawat jalan rumah sakit rujukan provinsi ini. Langkah‑langkah yang dijalankan secara bertahap mulai menampakkan perubahan di lingkungan rumah sakit.
“Alhamdulillah kami sudah mengurai beberapa masalah selama enam bulan ini dan mungkin teman‑teman, Bapak Ibu semua dapat melihat dan merasakan adanya perubahan selama enam bulan ini. Insyaallah kami akan melanjutkan perjuangan ini,” ungkap dr. Rosita saat ditemui awak media di cafe anomali.
Rosita menyampaikan terima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda dan Kepala Dinas Kesehatan atas kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinan rumah sakit. “Mohon doa dan dukungan dari semua masyarakat, semua instansi, semua OPD, semua mitra. Semoga kesempatan yang diberikan ini dapat kami pertanggungjawabkan dan insyaallah bisa membawa RSUD Chasan Boesoirie menjadi rumah sakit rujukan yang terkemuka dan tentunya bermutu,” ucapnya.
Salah satu capaian kerja penting selama masa Plt adalah persiapan dan peluncuran layanan telestroke bekerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON). RSUD Chasan Boesoirie kini menjadi rumah sakit pengampu layanan stroke bagi seluruh sepuluh kabupaten dan kota di Maluku Utara, setelah diadakan pelatihan dan lokakarya bersama tim RS PON.
“Ini langkah baik sekali karena ini adalah satu‑satunya atau awal dari Provinsi Maluku Utara, adalah awal dari Indonesia untuk melakukan telestroke ini. Kemarin kita sudah lakukan pelatihan, sudah workshop, dan tim dari RS PON sudah kembali,” jelas dr. Rosita.
Di sisi layanan farmasi, ia memulai perombakan sejak awal menjabat Plt: meluncurkan sistem resep elektronik, kemudian program Sobat Kita (Solusi Obat Kita Orang Antar) bekerja sama dengan Kantor Pos dan ojek pangkalan, serta membuka depo farmasi khusus pasien rawat inap. Melalui depo ini, obat diantar langsung ke ruang perawatan sehingga keluarga pasien tidak perlu mengantre lagi.
“Alhamdulillah ini progresnya sudah sangat baik dan tentunya kita lanjutkan dengan membuka depo,” katanya. “Petugas farmasi mengantarkan obat ke ruangan dan perawat yang akan memberikan langsung kepada pasien,” tuturnya.
Di samping itu, pada momentum HUT rumah sakit, dr. Rosita meluncurkan kanal Halo Cibi sebagai saluran resmi informasi dan pengaduan masyarakat. “Ini adalah sebuah kanal resmi rumah sakit di mana mampu memberikan informasi kepada masyarakat terkait rumah sakit itu sendiri dan tentunya layanan pengaduan. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah menyalurkan atau menyampaikan keluhan atas pelayanan kami,” katanya.
Dengan status jabatan yang kini definitif, dr. Rosita menegaskan akan melanjutkan seluruh agenda pembenahan guna meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat Maluku Utara. “Harapan kami semoga pelayanan dapat lebih baik lagi dan lebih bermutu lagi dan lebih meningkatkan kepuasan masyarakat di Provinsi Maluku Utara,” pungkasnya
