Sofifi, SerambiTimur – Diduga syarat kepentingan untuk meraut Keuntungan, Kegiatan Fisik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 179 Milyar Dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) provinsi Maluku utara, hingga ahir bulan agustus 2024 ini belum juga terserap.
Informasi yang diperoleh media ini, anggaran untuk proyek fisik tersebut belum terserap sama sekali, bahkan ada arahan untuk pemotongan 10 persen dari total anggran yang di terima oleh setiap penerima DAK tersebut.
Plt Kepala Dikbud Malut, Damruddin ketika dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya belum memastikan dengan jelas apakah dana pusat itu sudah terpakrir di rekening daerah atau belum. Damrudin hanya memperkirakan dana tersebut masuk di setiap minggunya.
“Ketika dicek, ternyata belum masuk. Saya kira sudah masuk di kasda dan langsung tersalurkan ke rekening tim pelaksana,” ujarnya, Selasa (27/8).
Menurut Damruddin, total pagu Rp179 miliar ini terdiri dari Rp112 miliar untuk fisik dan Rp67 miliar pengadaan.
Damrudin ketika di tanya soal ada komitmen antara Dinas dan penerima DAK untuk mendapatkan jata 10 persen tersebut, pihaknya tidak membenarkan.
“Itu tidak Benar” tururnya.
Selanjutnya, “Sekolah yang dapat DAK terbanyak itu di Halmahera Selatan dengan total 61 sekolah terdiri dari SMA/SMK dan SLB. Kemudian, Halmahera Utara tahun ini semua dapat,” katanya.
Meski begitu, dalam pengelolaan DAK yang dikhawatir adalah kondisi alam dan letak geografis seperti di Halmahera Selatan. Sebab itu, Damruddin mengklaim ini menjadi salah satu alasan dasar DAK tak kunjung disalurkan.
“Ini sudah menjadi kajian kita di internal, bagaimana memikirkan segala kemungkinan yang terjadi. Faktor alam dan georgrafis itu sudah kita perkirakan kondisi Halmahera Selatan dan Taliabu. Makanya solusinya dua bulan lalu kita rapat dengan semua tim pelaksana dan mereka sampaikan kendala-kendala yang melahirkan insiden, kondisi alam, jangan sampai menghambat pengangkutan material dan lainnya,”













Tinggalkan Balasan