Labuha, SerambiTimur– Loyalis dan keluarga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dan Umar Hi Soleman (BK-UHS), diduga menerima ancaman dari pihak yang terkait dengan petahana Bassam Kasuba.
Ancaman tersebut dilaporkan dilakukan oleh orang-orang suruhan Bassam Kasuba melalui distribusi bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT), yang disampaikan oleh para kepala desa.
Salah satu Kepala Bidang di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) berinisial ZK, yang dikenal sebagai orang dekat Bupati Bassam, diduga menebar ancaman kepada sejumlah pendamping desa dan kabupaten. Ancaman ini berkaitan dengan dukungan politik pada Pilkada 2024. “Jika ke depan ada konsekuensi politik atas perbedaan pilihan kita masing-masing, kita semua harus bisa menerimanya dengan lapang dada,” demikian isi pesan WhatsApp ZK kepada para pendamping desa dan kabupaten.
Selain itu, ancaman juga diterima oleh penerima BLT di sejumlah desa, terutama di Desa Bibinoi. Mereka diberitahu bahwa BLT yang mereka terima akan dihentikan pada bulan Agustus jika mereka tidak mendukung pasangan calon petahana pada pemilihan mendatang. “Mereka ancam kami, kalau tidak pilih Bassam, BLT akan berhenti,” ujar salah satu penerima BLT di Desa Bibinoi.
Slamet Sulaiman, Koordinator Wilayah Bacan Timur Tengah, juga diduga melakukan ancaman serupa kepada sejumlah penerima bantuan melalui kapasitasnya. “Benar, kemarin saya berdebat dengan Pak Slamet Sulaiman selaku Korwil BTT, dia menyinggung masalah BLT, dan ancamannya terkait hal itu,” ungkap salah satu sumber.
Selain ancaman langsung, intimidasi juga dilaporkan marak terjadi di media sosial, di mana loyalis dan simpatisan BK-UHS menjadi target kecaman dari akun-akun palsu yang menandai keluarga dan pendukung BK-UHS.



















Tinggalkan Balasan