HALSEL, SerambiTimur – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba dan Umar Hi Soleman, menegaskan komitmen mereka untuk melestarikan budaya Bacan dengan menganggarkan Rp30 miliar setiap tahun bagi Kesultanan Bacan. Pernyataan ini disampaikan dalam debat kandidat pertama yang digelar di aula Kantor Bupati Halsel pada Rabu (29/10/2024).
Menurut Bahrain, nilai-nilai budaya tak benda (WBTB) yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan budaya yang tinggi di Maluku Utara, Halmahera Selatan perlu mengelola aset budaya ini demi kesejahteraan dan keharmonisan masyarakatnya.
“Bagaimana mungkin kita bisa hidup saling mengenal, mengasihi, dan bertanggung jawab jika nilai-nilai kebudayaan kita terus diabaikan?” ujar Bahrain dalam debat.
Selama kepemimpinan Bahrain pada periode 2016-2021, budaya masyarakat Halmahera Selatan telah dijadikan bagian dari program pemerintah daerah yang dijalankan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan keputusan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 10 Juli 2020, dari 22 karya budaya yang diusulkan Maluku Utara, 14 ditetapkan sebagai WBTB, dengan enam di antaranya berasal dari Halmahera Selatan. Karya budaya tersebut termasuk Popas Lipu, Arungi Nusa, Batijak Kakang Lecak, Tarian Dendang, Batu Bacan, dan Tarian Togal.
Bahrain, yang lahir di Desa Bibinoi pada 29 Januari 1967, menegaskan bahwa jika ia terpilih kembali, bersama Umar Hi Soleman, mereka akan melanjutkan program pelestarian budaya ini. Nilai-nilai budaya yang belum dipatenkan juga akan menjadi prioritas untuk didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda.
“Apa yang telah kami rintis harus dilanjutkan dan dijaga. Nilai budaya yang belum dipatenkan juga akan menjadi tanggung jawab kami bersama jika terpilih pada 27 November mendatang,” tambah Bahrain.
Pasangan ini berharap langkah tersebut dapat memperkuat identitas masyarakat Halsel melalui budaya dan mewujudkan visi mereka untuk kesejahteraan bersama.



















Tinggalkan Balasan