TERNATE, SerambiTimur – Calon Gubernur Maluku Utara, Aliong Mus, memiliki visi besar untuk mengatasi ketimpangan pembangunan yang masih terjadi di provinsi tersebut. Bersama pasangannya, Sahril Thahir, dalam Pilgub Maluku Utara 2024, Aliong berkomitmen memekarkan wilayah yang berpotensi menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Menurutnya, DOB adalah strategi kunci dalam mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan di daerah.
Lahir di Desa Gela, Pulau Taliabu, pada 3 Oktober 1977, Aliong memahami betul tantangan pembangunan di daerah terpencil. Pendidikan dasarnya diselesaikan di SD Negeri Bobong, dilanjutkan di SMP Negeri Bobong, dan ia menyelesaikan SMA di Semarang pada 1997. Ia kemudian meraih gelar sarjana dari Institut Teknologi Pembangunan Surabaya (ITPS) pada 2004.
Pengalamannya di dunia organisasi dimulai dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang kemudian membawanya aktif di Majelis Wilayah Korps Alumni HMI dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku Utara. Aliong lalu berkarier di Partai Golkar, di mana ia menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Pulau Taliabu setelah sebelumnya mengisi beberapa posisi strategis lainnya.
Karier politik Aliong terus melesat sejak dipercaya menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku Utara pada 2009-2014. Pada 2014, ia juga terpilih sebagai anggota DPRD Pulau Taliabu dan bahkan menjabat sebagai ketua. Pada Pemilu 2024, ia dipercaya sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah Prabowo-Gibran di Maluku Utara.
Aliong memutuskan untuk meninggalkan kursi parlemen dan mencalonkan diri sebagai Bupati Pulau Taliabu pada 2016. Bersama wakilnya, Ramli, Aliong sukses memimpin Pulau Taliabu selama dua periode, 2016-2021 dan 2021-2024. Kepemimpinannya selama ini dikenal harmonis dan mengedepankan pengabdian, jauh dari konflik kekuasaan.
Sebagai bupati, Aliong berhasil mengubah Pulau Taliabu menjadi wilayah yang diperhitungkan di Maluku Utara. Ia mengembangkan berbagai sektor, termasuk pariwisata, dan meningkatkan infrastruktur serta layanan publik di daerah yang baru dimekarkan pada 2012 tersebut.
Dengan pengalaman yang luas dan kepeduliannya terhadap pembangunan daerah, Aliong Mus dan Sahril Thahir bertekad untuk memperjuangkan pembentukan DOB guna memutus ketimpangan pembangunan antara kota dan desa. Mereka juga berkomitmen memajukan sektor pendidikan, kesehatan, kelautan dan perikanan, pertanian, serta pemberdayaan UMKM demi kesejahteraan masyarakat Maluku Utara.



















Tinggalkan Balasan