Menu

Mode Gelap

Sofifi · 12 Jun 2025 05:07 WIT ·

Sherly Tjoanda: Dari Duka di Laut Taliabu ke Kursi Gubernur Maluku Utara


 Gubernur Malut bersama anaknya (Istimewa) Perbesar

Gubernur Malut bersama anaknya (Istimewa)

SerambiTimur – Nama Sherly Tjoanda tiba-tiba jadi sorotan publik usai peristiwa tragis meledaknya kapal Bela 72 yang menewaskan suaminya, Benny Laos, pada 12 Oktober 2024. Tragedi yang terjadi di perairan Pulau Taliabu itu tak hanya mengguncang keluarga, tapi juga mengubah peta politik Maluku Utara secara drastis.

Sherly, perempuan kelahiran Ambon, 8 Agustus 1982, akhirnya mengambil langkah besar: menggantikan sang suami sebagai calon gubernur dalam kontestasi Pilkada Maluku Utara 2024. Bersama pasangannya, Sarbin Sehe, ia meraih dukungan dari delapan partai koalisi dan berhasil memenangkan hati rakyat dengan perolehan suara fantastis: 359.416 suara. Ia pun resmi menjabat Gubernur Maluku Utara untuk periode 2025–2030.

Karier dan Pendidikan

Lulusan Universitas Kristen Petra dan Inholland University of Applied Sciences, Belanda, Sherly menapaki karier awalnya sebagai direktur di PT Bela Group—perusahaan yang ia kelola bersama mendiang suaminya. Pengalaman itu mengasah kepekaannya terhadap manajemen dan pelayanan publik.

Aktif di berbagai organisasi seperti Perwosi, Forikan, hingga Bunda PAUD Pulau Morotai, Sherly juga dikenal sebagai tokoh sosial melalui Yayasan Bela Peduli yang aktif membantu anak yatim dan keluarga prasejahtera di berbagai pelosok Maluku Utara.

Kekayaan Fantastis

Dari laporan LHKPN, Sherly tercatat memiliki total harta kekayaan senilai Rp709,7 miliar. Jumlah ini menjadikannya salah satu kepala daerah terkaya di Indonesia. Hartanya terdiri dari tanah dan bangunan, kendaraan mewah, surat berharga, serta kas dan setara kas. Bahkan satu bangunan miliknya di Pulau Morotai bernilai lebih dari Rp200 miliar.

Meski kini menjabat sebagai gubernur dengan gaji pokok Rp3 juta dan tunjangan Rp5,4 juta per bulan, Sherly memikul tanggung jawab besar: membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan mampu membawa perubahan nyata.

Duka yang Menguatkan

Kehilangan Benny Laos tidak mematahkan langkah Sherly. Sebaliknya, peristiwa itu menjadi fondasi semangatnya membangun Maluku Utara. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan visi sang suami: mewujudkan pemerintahan bersih, pembangunan merata, dan kesejahteraan masyarakat kepulauan.

Reporter: Redaksional
Editor: Arief 

Artikel ini telah dibaca 740 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi NHM dan Pemda: Program 60 Hari untuk Lawan Stunting di Halmahera Utara

30 April 2026 - 15:02 WIT

Pansus LKPJ Soroti Kinerja OPD, DPRD Desak Evaluasi Pimpinan Perangkat Daerah

27 April 2026 - 23:24 WIT

Gubernur Serly Imbau Masyarakat Malut Siaga Gelombang Tinggi Hingga 2,5Meter

16 April 2026 - 09:47 WIT

Perkuat Barisan Birokrasi, Dua Pimpinan Tinggi dan 17 Pejabat Administrator Pemprov Malut Resmi Dilantik

15 April 2026 - 15:08 WIT

KPK Desak Kejati Usut Kebocoran Dana dan Dugaan KKN di Lingkungan Pemprov Malut

15 April 2026 - 14:48 WIT

6 Bulan Berlalu Tak ada Kejelasan, KPK Desak Kejati Tetapkan Abubakar Abdullah dan Kuntu Daut Tersangka

15 April 2026 - 14:04 WIT

Trending di Daerah