SOFIFI, SerambiTimur — Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Maluku Utara menerjunkan tim teknis ke Desa Tokaka, Kecamatan Gane Barat Utara, Halmahera Selatan, untuk meninjau kerusakan talud penahan tebing yang baru dibangun, namun sudah patah sepanjang 30 meter.
Tim yang dipimpin oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Utilitas (PSU) itu akan memeriksa kerusakan di lapangan sebelum menyusun laporan ke Kepala Dinas untuk penanganan lebih lanjut.
“Nanti setelah tim kembali dari lokasi, kita akan undang semua pihak terkait untuk rapat dan menentukan langkah perbaikan. Apakah perlu bronjong atau metode lain, itu akan dibahas,” ujar Kadis Perkim Malut, Musrifah Alhadar, Senin (19/5/2025).
Musrifah menduga kerusakan disebabkan oleh debit air sungai yang tinggi dan ketidaksesuaian desain konstruksi awal. Ia juga menyebut seharusnya pembangunan diawali dengan pemasangan bronjong.
“Informasi dari staf, saat pekerjaan berlangsung sempat terjadi hujan deras dan banjir. Talud sempat diperbaiki karena masih dalam masa kontrak, tapi tetap saja rusak lagi,” ujarnya.
Banjir pada Minggu (18/5) lalu menyebabkan puluhan rumah di Desa Tokaka terendam. Selain rumah warga, fasilitas umum seperti sekolah, klinik, dan kantor desa ikut terdampak. Warga menyebut talud tak mampu menahan arus deras, sehingga air masuk ke permukiman.
Proyek talud sepanjang 150 meter itu dibangun \ anggaran Rp 1,5 miliar. Tender proyek dilaksanakan pada Juli–Agustus 2023 dan pengerjaan dimulai pada September hingga selesai awal 2024.














Tinggalkan Balasan