Menu

Mode Gelap

Ternate · 1 Mei 2025 09:31 WIT ·

11 Tuntutan Buruh dan Mahasiswa Gema May Day di Ternate


 11 Tuntutan Buruh dan Mahasiswa Gema May Day di Ternate Perbesar

TERNATE, SerambiTimur – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di Maluku Utara diwarnai aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Gerakan Buruh dan Mahasiswa Bersatu (GEBURMA), Kamis (1/5/2025). Meski sempat dicegah aparat saat menuju Mapolda Malut, massa akhirnya menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia, pusat Kota Ternate.

Dalam aksinya, GEBURMA membawa 11 poin tuntutan yang mencakup isu ketenagakerjaan, pendidikan, lingkungan, hingga politik nasional. Melalui pengeras suara, koordinator lapangan, Saiful, menyampaikan bahwa Hari Buruh bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan simbol perlawanan atas ketimpangan sistemik yang masih dialami kaum pekerja.

“Di balik kemajuan industri dan teknologi, ada keringat buruh yang tak pernah diperhitungkan. 1 Mei adalah saat suara buruh menggema dari pabrik, kantor, tambang, dan pelabuhan,” seru Saiful.

Ia menambahkan, kondisi buruh di Indonesia masih jauh dari kata sejahtera, terlebih banyak yang dibungkam melalui sistem kerja yang menindas serta kriminalisasi terhadap serikat dan aktivis buruh.

Tak hanya menyuarakan isu buruh, massa aksi juga menyinggung polemik dunia pendidikan. Saiful menilai, akses terhadap pendidikan kian timpang.

“Pendidikan hari ini telah berubah menjadi ladang bisnis. Yang miskin tersingkir, yang kaya melaju tanpa hambatan,” ucapnya.

Adapun 11 tuntutan GEBURMA dalam aksi May Day 2025 adalah:

  1. Upah layak nasional untuk kesejahteraan buruh

  2. Hentikan kriminalisasi masyarakat Maba Tengah dan aktivitas PT STS

  3. Copot Kapolres Halmahera Timur

  4. Sahkan RUU Perampasan Aset

  5. Wujudkan pendidikan gratis di Maluku Utara

  6. Hentikan reklamasi di Maluku Utara

  7. Naikkan upah guru honorer

  8. Berikan cuti haid dan hamil bagi buruh perempuan

  9. Kuota 50 persen perempuan di ruang publik

  10. Tarik militer kembali ke barak

  11. Tolak revisi UU Polri dan cabut UU TNI

Aksi berlangsung damai meski dijaga ketat aparat keamanan. Massa berjanji akan terus mengawal isu-isu keadilan sosial dan hak-hak rakyat kecil hingga perubahan benar-benar dirasakan.

Artikel ini telah dibaca 84 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Sherly Tjoanda Temui Menpora Erick Thohir, Bahas Masa Depan Gemilang Olahraga Maluku Utara

17 April 2026 - 17:50 WIT

Kukuhkan Pemimpin Baru, Wali Kota Ternate Minta Perumda Ake Gaale Fokus Penuhi Tiga Aspek Layanan Utama

16 April 2026 - 14:16 WIT

Gubernur Serly Imbau Masyarakat Malut Siaga Gelombang Tinggi Hingga 2,5Meter

16 April 2026 - 09:47 WIT

Perkuat Barisan Birokrasi, Dua Pimpinan Tinggi dan 17 Pejabat Administrator Pemprov Malut Resmi Dilantik

15 April 2026 - 15:08 WIT

KPK Desak Kejati Usut Kebocoran Dana dan Dugaan KKN di Lingkungan Pemprov Malut

15 April 2026 - 14:48 WIT

6 Bulan Berlalu Tak ada Kejelasan, KPK Desak Kejati Tetapkan Abubakar Abdullah dan Kuntu Daut Tersangka

15 April 2026 - 14:04 WIT

Trending di Daerah