Ternate, SerambiTimur- Warga Kelurahan Kastela dan Rua Kecamatan Ternate Pulau, melakukan aksi blokade jalan sebagai bentuk protes terhadap lambannya respons Pemerintah Kota Ternate dalam menangani dampak banjir yang melanda kawasan tersebut.

Blokade berlangsung sejak pukul 10.00 WIT hingga 16.30 WIT, Selasa (1/4). Warga menuntut agar alat berat segera diturunkan untuk membersihkan material banjir berupa pasir, batu, dan lumpur yang masuk ke rumah-rumah mereka.
Banjir yang terjadi akibat hujan deras selama sepekan terakhir telah menyebabkan kerusakan di sejumlah rumah. Meski warga telah menyampaikan permohonan bantuan sebelumnya, respons pemerintah dinilai terlalu lambat.

Kesedihan di Tengah Lebaran
Salah satu warga Rua, Ramdan Umanailo, mengungkapkan kekecewaannya atas lambannya penanganan bencana ini.
“Saya salah satu korban banjir. Saya hanya meminta pemerintah untuk mengantisipasi luapan material, karena saat ini Ternate sedang musim penghujan. Kami merasa sedih, di momen Lebaran Idulfitri rumah kami justru tergenang banjir,” ujarnya.
Aksi blokade akhirnya dibuka setelah Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna, turun tangan dan melakukan mediasi dengan warga. Tak lama setelah itu, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, tiba di lokasi untuk bertemu langsung dengan warga yang terdampak.
Namun, mediasi sempat berlangsung tegang karena warga bersikeras agar alat berat segera dikerahkan. Mereka bahkan mengancam akan kembali melakukan blokade jika tuntutan mereka tidak dipenuhi malam ini.
Menanggapi desakan tersebut, Rizal Marsaoly berjanji bahwa alat berat akan tiba di lokasi pada pukul 20.00 WIT malam ini untuk segera membersihkan material banjir.
Warga berharap janji tersebut benar-benar ditepati agar mereka bisa segera membersihkan rumah dan lingkungan mereka dari sisa material banjir.














Tinggalkan Balasan