Ternate, Serambi Timur –Suasana duka dan ketegangan menyelimuti perairan Desa Gita, Maluku Utara. Sebuah speedboat milik Basarnas meledak hebat pada Minggu malam, 2 Januari 2025, meninggalkan satu pertanyaan besar: di mana Sahril Helmi?
Sahril Helmi, jurnalis Metro TV yang dikenal gigih meliput berbagai peristiwa penting di Maluku Utara, dinyatakan hilang setelah insiden tragis tersebut. Hingga kini, pencarian terus dilakukan dengan harapan ia ditemukan dalam keadaan selamat.
Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Malut tak tinggal diam. Sebanyak 20 armada dikerahkan untuk menyisir setiap jengkal perairan, berupaya menemukan sang jurnalis yang belum juga menunjukkan tanda-tanda keberadaan.
“Semua 20 unit kapal dihitung dengan 11 kapal di Markas Unit (Marnit) Polairud Polda Malut di setiap pos,”ujar Kombes Pol. Azhari Juanda, Dirpolairud Polda Malut, saat dikonfirmasi pada Senin, 3 Januari 2025.
Azhari menegaskan, pencarian ini melibatkan seluruh Komandan Markas Unit (Danmarnit) dan puluhan anggota Polairud. Tak hanya itu, bantuan dari masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, juga diharapkan mempercepat pencarian. “Para Danmarnit dan anggota saya diterjunkan langsung ke lokasi. Saya juga meminta para nelayan untuk ikut terlibat, baik di pesisir pantai maupun di area kejadian,” tambahnya.
Harapan untuk menemukan Sahril Helmi dalam keadaan selamat terus menggema di tengah masyarakat dan jajaran kepolisian. “Kami berharap Sahril Helmi dapat ditemukan dalam keadaan selamat, aamiin,”tutup Azhari dengan nada penuh harap.
Peristiwa ini mengingatkan kita betapa rapuhnya batas antara tugas jurnalistik dan risiko di lapangan. Pencarian terus berlanjut, dan doa seluruh masyarakat Maluku Utara mengiringi langkah-langkah tim penyelamat.














Tinggalkan Balasan