Menu

Mode Gelap

Halsel · 1 Nov 2024 00:27 WIT ·

Bahrain Kasuba-Umar Soleman Janjikan Rp30 Miliar per Tahun untuk Lestarikan Budaya Bacan


 Bahrain Kasuba-Umar Soleman Janjikan Rp30 Miliar per Tahun untuk Lestarikan Budaya Bacan Perbesar

HALSEL, SerambiTimur – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba dan Umar Hi Soleman, menegaskan komitmen mereka untuk melestarikan budaya Bacan dengan menganggarkan Rp30 miliar setiap tahun bagi Kesultanan Bacan. Pernyataan ini disampaikan dalam debat kandidat pertama yang digelar di aula Kantor Bupati Halsel pada Rabu (29/10/2024).

Menurut Bahrain, nilai-nilai budaya tak benda (WBTB) yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan budaya yang tinggi di Maluku Utara, Halmahera Selatan perlu mengelola aset budaya ini demi kesejahteraan dan keharmonisan masyarakatnya.

“Bagaimana mungkin kita bisa hidup saling mengenal, mengasihi, dan bertanggung jawab jika nilai-nilai kebudayaan kita terus diabaikan?” ujar Bahrain dalam debat.

Selama kepemimpinan Bahrain pada periode 2016-2021, budaya masyarakat Halmahera Selatan telah dijadikan bagian dari program pemerintah daerah yang dijalankan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan keputusan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 10 Juli 2020, dari 22 karya budaya yang diusulkan Maluku Utara, 14 ditetapkan sebagai WBTB, dengan enam di antaranya berasal dari Halmahera Selatan. Karya budaya tersebut termasuk Popas Lipu, Arungi Nusa, Batijak Kakang Lecak, Tarian Dendang, Batu Bacan, dan Tarian Togal.

Bahrain, yang lahir di Desa Bibinoi pada 29 Januari 1967, menegaskan bahwa jika ia terpilih kembali, bersama Umar Hi Soleman, mereka akan melanjutkan program pelestarian budaya ini. Nilai-nilai budaya yang belum dipatenkan juga akan menjadi prioritas untuk didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda.

“Apa yang telah kami rintis harus dilanjutkan dan dijaga. Nilai budaya yang belum dipatenkan juga akan menjadi tanggung jawab kami bersama jika terpilih pada 27 November mendatang,” tambah Bahrain.

Pasangan ini berharap langkah tersebut dapat memperkuat identitas masyarakat Halsel melalui budaya dan mewujudkan visi mereka untuk kesejahteraan bersama.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Balik Angka Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara: Infrastruktur dan SDM Jadi Kunci Pemerataan Manfaat Pembangunan

17 Juni 2026 - 22:37 WIT

Catatan Emas Tata Kelola Keuangan, Pemprov Maluku Utara Berhasil Kembali Raih Opini WTP  

12 Juni 2026 - 20:13 WIT

Di Ruang Eks-Crisan: Wakil Gubernur Sarbin Sehe Ingatkan OPD, Data Akurat & Respons Cepat Kunci Tata Kelola Baik

19 Mei 2026 - 21:46 WIT

“ Sopik: Keadilan yang Hidup dari Tanah Adat, Bukan Sekadar Alternatif Hukum”

4 Mei 2026 - 02:02 WIT

Rakorwil NasDem Malut Panaskan Mesin Partai, Willy Aditya: Kemenangan Dibangun dari Basis Rakyat

24 April 2026 - 13:11 WIT

Kejati Malut Didesak Segera Tetapkan Kadis PMD Halsel Sebagai Tersangka Kasus Dana Desa

15 April 2026 - 15:16 WIT

Trending di Halsel