HALUT, Serambitimur.id — Ketegangan yang kembali terjadi di wilayah Galela Barat dan Galela Selatan memancing perhatian Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua. Melalui imbauannya, ia meminta seluruh pihak untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, dan menyelesaikan persoalan secara damai.
Situasi sempat memanas di Desa Samuda, Kecamatan Galela Barat, menyusul pemblokiran akses jalan yang dilakukan warga. Meski pemerintah daerah telah melakukan pendekatan dan jalan kembali dibuka, ketegangan muncul kembali hanya selang tiga hari kemudian.
Piet menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya mempertemukan kepala desa, BPD, serta tokoh masyarakat dari Desa Igobula, Ori, Bale, dan Samuda untuk mencari jalan keluar bersama.
“Salah satu pemicu terjadinya ketegangan ini adalah dugaan penebangan tanaman warga. Namun hingga saat ini belum ditemukan bukti pasti siapa pelakunya. Saling curiga inilah yang kerap memicu konflik di lapangan,” ungkap Piet saat ditemui di Ternate, Selasa malam.
Ia mengingatkan agar warga tidak terburu-buru saling menuduh tanpa bukti yang jelas. Prasangka buruk hanya akan memperburuk keadaan dan merusak keharmonisan yang selama ini terjalin antarwarga.
Piet juga sangat menyayangkan adanya insiden kekerasan yang berujung pada luka-luka akibat penggunaan senjata tajam. Ia menegaskan, persoalan apa pun, termasuk sengketa lahan, harus diselesaikan melalui musyawarah dan jalur hukum yang berlaku. Pemalangan jalan maupun tindakan main hakim sendiri bukanlah solusi.
“Tetap jaga kedamaian. Mari kita selesaikan dengan kepala dingin, bukan dengan kekerasan,” pesannya.
