Menu

Mode Gelap

Daerah · 20 Jan 2026 22:16 WIT ·

Nonaktifkan Empat Kepala OPD Terperiksa, BPK Masih Verifikasi SPJ Beberapa Instansi


 Nonaktifkan Empat Kepala OPD Terperiksa, BPK Masih Verifikasi SPJ Beberapa Instansi Perbesar

SOFIFI,SerambiTimur – Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku Utara Zulkifli Bian menyampaikan bahwa Gubernur Maluku Utara Utata Serly Tjoanda telah menonaktifkan empat Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) karena berstatus sebagai terperiksa.

Seperti yang dilansir sejumlah media online pada tanggal 06 Januari 2026, Zulkifli Bian mengatakan bahwa sesuai aturan, pejabat yang sedang menjalani proses pemeriksaan harus dinonaktifkan sementara. “Jika terbukti melakukan pelanggaran, sanksi terberat adalah penurunan jabatan menjadi staf. Hasil pemeriksaan ditargetkan final paling lambat 20 Januari 2026,” ujar Plt Kepala BKD saat itu.

Menurutnya, langkah tegas ini diambil menyusul status keempat pejabat tersebut sebagai terperiksa atas sejumlah temuan dalam pelaksanaan program kerja di instansi masing-masing, berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat pada akhir Desember 2025.

Zulkifli menjelaskan bahwa penonaktifan tersebut telah sesuai dengan ketentuan, bersifat sementara, dan tidak serta-merta menjadi vonis bersalah bagi para pejabat yang diperiksa. Ia menambahkan bahwa fokus pemeriksaan Inspektorat saat ini menitikberatkan pada capaian hasil kegiatan di masing-masing OPD. Perihal ini menjadi sorotan tajam dari publik Maluku Utara.

Sementara itu, Plt Kepala Inspektorat Maluku Utara Nany Riyana Pakaya, saat dikonfirmasi awak media di Kantor Inspektorat Maluku Utara pada Senin (19/01), menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya berbagai pernyataan tentang alasan penonaktifan para pejabat tersebut.

“Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun-tahun sebelumnya sebagian besar sudah ditindaklanjuti. Namun apakah sudah selesai atau belum, itu menjadi kewenangan BPK, bukan Inspektorat,” kata Nani.

Ia menjelaskan bahwa Inspektorat hanya menjalankan fungsi menindaklanjuti rekomendasi BPK, sementara saat ini BPK masih meminta kembali sejumlah Surat Pertanggungjawaban Keuangan (SPJ) untuk dilakukan verifikasi ulang. Nani juga menepis anggapan bahwa pemeriksaan terhadap empat Kepala OPD merupakan pemeriksaan audit. “Itu bukan pemeriksaan temuan BPK. Pemeriksaan yang dilakukan lebih kepada klarifikasi dan konfirmasi,” ujarnya.

Terkait tindak lanjut rekomendasi BPK, Nani menyebut bahwa sebagian OPD telah melakukan tindak lanjut, namun sebagian lainnya belum dinyatakan selesai. “Rekomendasi BPK itu sifatnya kolektif. Untuk memastikan OPD mana yang sudah dan belum tuntas, itu kewenangan BPK. Contohnya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebagian sudah ditindaklanjuti namun belum selesai, sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sudah menindaklanjuti. Namun keputusan akhirnya tetap berada di tangan BPK,” pungkasnya

Artikel ini telah dibaca 103 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GPM Kepung Kantor Antam, Desak Dirut Dicopot dan Anak Perusahaan di Haltim Dibekukan

30 Juni 2026 - 21:58 WIT

Pemkot Ternate Matangkan RKPD 2027, Empat OPD Jadi Prioritas Pembenahan Kota dan Peningkatan PAD

29 Juni 2026 - 21:25 WIT

Mantan Bupati Pulau Taliabu Ditahan, Korupsi Proyek ISDA Rugikan Negara Rp8 Miliar

26 Juni 2026 - 21:41 WIT

GPM Desak Kejagung dan KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Smelter Antam di Haltim

26 Juni 2026 - 12:52 WIT

Demo di Kemenag dan KPK, FAKI RI Desak Copot Kakanwil Kemenag Malut

26 Juni 2026 - 08:38 WIT

Menjelang Rakernas JKPI, Sekda Ternate Ingatkan ASN: Disiplin adalah Wajah Pelayanan Publik

24 Juni 2026 - 20:13 WIT

Trending di Daerah