Menu

Mode Gelap

Daerah · 3 Des 2025 12:46 WIT ·

Ketika Bisnis Bertemu HAM: Komitmen Harita Nickel Diakui Secara Nasional


 Ketika Bisnis Bertemu HAM: Komitmen Harita Nickel Diakui Secara Nasional Perbesar

JAKARTA, SerambiTimur — Di tengah sorotan publik terhadap sektor pertambangan, satu kabar positif datang dari Pulau Obi. Harita Nickel, perusahaan industri hilirisasi nikel, masuk dalam daftar 18 perusahaan tambang yang dinilai kompatibel terhadap standar perlindungan HAM oleh SETARA Institute.

Capaian ini bukan hanya soal skor — meski skor 65 dengan rating B bukan hal kecil — tetapi tentang perjalanan panjang Harita dalam menanamkan nilai-nilai HAM ke dalam denyut operasional bisnisnya.

Integrasi HAM, ESG, dan keberlanjutan bukan lagi jargon, tetapi diturunkan ke prosedur kerja, audit independen, dan kebijakan internal yang berubah dari waktu ke waktu.

Direktur Sustainability Harita Nickel, Lim Sian Choo, menyebut penghargaan ini sebagai “tamparan sekaligus penyemangat.”

Baginya, industri tambang selalu membawa risiko sosial dan lingkungan. Karena itu, perusahaan harus bekerja lebih keras dari sektor lain untuk memastikan operasinya memberi manfaat, bukan luka.

Perjalanan Harita Nickel memperkuat perlindungan HAM berlangsung melalui pendekatan sistematis: penerbitan Kebijakan HAM berbasis standar internasional dan penerapan Human Rights Due Diligence (HRDD) bersama FIHRRST — proses yang tak sekadar audit, tetapi peta jalan perubahan.

Di lapangan, komitmen itu terlihat nyata. Laporan Keberlanjutan perusahaan menunjukkan kepuasan masyarakat mencapai 89 poin, program ekonomi masyarakat menghasilkan SROI 2,62, dan unit usaha warga berhasil meningkatkan pendapatan miliaran rupiah.

Penghargaan BHAM 2025 adalah pengakuan. Namun bagi Harita Nickel, perjalanan belum selesai.

Tantangan industri nikel kian kompleks — mulai dari isu transisi energi, keberlanjutan, hingga dampak sosial-lingkungan. Dan di titik itulah perusahaan berjanji tetap membuka ruang dialog dan terus memperbarui kebijakan.

Bagi warga Pulau Obi dan masyarakat Maluku Utara, harapan terbesar hanya satu: keberlanjutan industri berjalan seiring kesejahteraan dan penghormatan atas martabat manusia.

Penghargaan ini menjadi salah satu langkah menuju ke sana — langkah yang kini telah diakui secara nasional.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tauhid Soleman Lantik 23 Pejabat, Dorong Birokrasi Ternate Lebih Cepat dan Inovatif

28 April 2026 - 23:23 WIT

Tagihan Jalan Rp115 Miliar Menyergap Pemprov Maluku Utara

28 April 2026 - 15:59 WIT

HBP ke-62, Ditjenpas Malut Gelar Tasyakuran Virtual, Salurkan Bansos dan Serahkan Gerobak UMKM

27 April 2026 - 14:51 WIT

NHM Bangun Rumah Layak untuk Lansia di Kao, Dukung Program Pengentasan RTLH

23 April 2026 - 13:28 WIT

NHM Paparkan Inovasi DST dan Peran AI dalam Seminar Nasional ITNY

20 April 2026 - 07:59 WIT

Gubernur Sherly Tjoanda Temui Menpora Erick Thohir, Bahas Masa Depan Gemilang Olahraga Maluku Utara

17 April 2026 - 17:50 WIT

Trending di Daerah