Ternate, SerambiTimur – Warga RT 18/RW 06 Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, secara swadaya memperbaiki jalan rusak yang telah bertahun-tahun tak ditangani pemerintah. Aksi gotong royong ini dilakukan pada Sabtu (30/5/2025), sebagai bentuk keprihatinan sekaligus protes atas lambannya respons Pemerintah Kota Ternate.
Jalan yang rusak sejak 2021 itu semakin parah akibat curah hujan tinggi. Aspal mengelupas dan lubang besar menganga di sejumlah titik, membahayakan pengguna jalan terutama saat hujan karena lubang tertutup genangan air.
“Sudah lima tahun kami usulkan lewat RT dan kelurahan, tapi tidak ada tindakan. Akhirnya kami gotong royong karena sudah ada warga yang jatuh dan terluka,” kata Rifdal, warga yang memimpin inisiatif tersebut.
Warga mengumpulkan dana dan material secara mandiri, menambal lubang menggunakan batu, pasir, dan semen. Meski bersifat sementara, perbaikan ini dianggap penting untuk mencegah kecelakaan.
“Kami sadar ini bukan solusi permanen, tapi kami tidak bisa menunggu sampai ada korban jiwa,” tegas Rifdal.
Selain kondisi jalan, warga juga mengeluhkan sistem drainase yang buruk. Saluran air yang tak berfungsi mempercepat kerusakan jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Mereka berharap Pemerintah Kota Ternate lebih tanggap terhadap kebutuhan dasar masyarakat, bukan hanya bersikap reaktif saat mendekati momentum politik atau kunjungan pejabat.















Tinggalkan Balasan