TERNATE, SerambiTimur – Tambatan perahu di Tanjung Pura, Kecamatan Pulau Moti, Kota Ternate, kini dalam kondisi rusak parah. Fasilitas pelabuhan yang seharusnya menjadi akses utama warga dalam aktivitas ekonomi justru terbengkalai, bahkan membahayakan keselamatan masyarakat saat bersandar maupun bongkar muat barang.
Pantauan warga setempat menunjukkan atap seng pelabuhan sudah banyak yang lepas, menyisakan rangka kayu yang nyaris roboh. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa ada perbaikan dari Pemerintah Kota Ternate.
Juru Bicara Komunitas Soccer Maluku Utara, Kempo, pada Jumat (8/8/2025), mengungkapkan bahwa tambatan perahu tersebut sebenarnya memiliki kontribusi penting terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ternate. Namun, perhatian pemerintah dinilai minim.
“Kondisi ini bukan hal baru. Sejak periode pertama kepemimpinan Wali Kota Tauhid Soleman, pelabuhan itu tidak pernah disentuh renovasi. Padahal kontribusinya jelas untuk PAD Kota Ternate,” tegas Kempo.
Ia juga mengingatkan bahwa pada tahun 2022, Wali Kota Ternate bersama Ketua DPRD kala itu, Muhajirin Bailusy, dan perwakilan Balai Sungai telah mengunjungi Tanjung Pura. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota secara terbuka berjanji melakukan renovasi pada tahun 2023.
“Faktanya, sudah 2025, pelabuhan itu masih rusak dan terabaikan. Janji itu seperti angin lalu,” tambahnya.
Kempo mendesak agar Pemerintah Kota Ternate segera mengalokasikan anggaran perbaikan melalui APBD Perubahan. “Kalau benar-benar peduli, ini harus jadi prioritas. Ini bukan sekadar infrastruktur, tapi juga soal keselamatan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir,” pungkasnya.















Tinggalkan Balasan