HALTIM, SerambiTimur – Juru kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub dan Anjas Taher, Slamet Priatno, mempertanyakan kualitas dan usia calon bupati nomor urut 1, Muhammad Farrel Adhitama Erawan, yang dinilai masih terlalu muda.
Dalam orasi politiknya di Desa Mekarsari, Kecamatan Wasile, Sabtu (12/10), Slamet yang juga mantan anggota DPRD Halmahera Timur dua periode, menyinggung usia Farrel yang baru 26 tahun dan minim pengalaman dalam pemerintahan. Pernyataan ini mendapat respons antusias dari warga yang hadir, terutama pendukung Ubaid-Anjas.
“Farrel masih terlalu muda dan belum memiliki rekam jejak yang dapat diandalkan untuk memimpin Halmahera Timur,” kata Slamet. Menurutnya, meski Farrel memiliki gelar magister dari The University of Westminster, pengalaman bisnisnya hanya berorientasi pada keuntungan pribadi, bukan untuk kepentingan publik.
Slamet juga mengkritik Farrel yang kerap mengandalkan prestasi ayahnya, Rudi Erawan, mantan bupati dua periode. Ia menyindir bahwa Farrel lebih cocok didampingi ayahnya saat melamar gadis, bukan saat mencalonkan diri sebagai bupati.
“Kalau untuk melamar anak gadis orang, boleh bawa bapaknya. Tapi kalau melamar jadi bupati, harus tampil mandiri,” ujarnya tegas. Menurut Slamet, kematangan dalam berpikir dan memimpin adalah hal yang lebih penting, dan usia serta pengalaman adalah faktor krusial dalam menentukan pemimpin daerah.
Ia juga mengajak warga untuk memilih pemimpin yang memiliki pengalaman dan kedewasaan dalam berpikir, bukan hanya mengandalkan karpet merah dari orang tua.



















Tinggalkan Balasan