Ternate, SerambiTimur — Wacana pemangkasan anggaran hingga 50 persen di lingkup DPRD Kota Ternate belum mencapai keputusan akhir. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Ternate, Zulfikri Andili, menyatakan bahwa pembahasan internal masih terus berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan final.
Menurut Zulfikri, keputusan resmi mengenai skema efisiensi itu akan dibahas dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Ternate yang dijadwalkan pada Selasa, 22 April 2025.
“Sampai saat ini pembahasan efisiensi anggaran, khususnya di DPRD Kota Ternate, belum final,” ujar Zulfikri kepada wartawan, Minggu (20/4/2025).
Zulfikri mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah dilakukan rapat awal terkait efisiensi ini, namun belum ada keputusan mengikat. Rapat tersebut, kata dia, lebih banyak membahas maksud dan arah efisiensi yang dimaksud oleh pemerintah pusat.
“Sehingga, skema efisiensi anggaran ini akan dibahas dan diputuskan secara lebih rinci dalam rapat Banggar bersama TAPD,” tambahnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa efisiensi tersebut tidak boleh mengganggu tugas dan fungsi utama DPRD Kota Ternate, mengingat anggaran induk tahun 2025 telah lebih dulu dirancang sejak 2024.
“Kami sudah mengatur anggaran induk 2025 agar dapat mengoptimalkan kerja-kerja anggota DPRD. Tapi kita lihat nanti seperti apa skemanya setelah ada putusan Banggar,” jelas Zulfikri.
Ia pun mengaku belum menerima dokumen lengkap mengenai daftar pemangkasan yang dimaksud. “Kita belum melihat secara menyeluruh, berapa sebenarnya efisiensi per tahun. Itu akan terlihat nanti di rapat Banggar dan akan disesuaikan dengan Renja yang sudah kita susun sebelumnya,” ujarnya.
Meski demikian, Zulfikri menegaskan bahwa Fraksi Gerindra mendukung langkah efisiensi yang diarahkan pemerintah pusat.
“Apa yang diarahkan pusat, ya di daerah tentu harus mematuhi, apalagi demi kepentingan rakyat,” tandasnya.















Tinggalkan Balasan