SOFIFI, SerambiTimur – Menjelang tutup tahun anggaran, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memimpin rapat evaluasi kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Rabu (26/11/2025). Evaluasi dilakukan untuk memastikan program prioritas berjalan sesuai rencana dan realisasi anggaran dipacu agar dapat memenuhi target.
Sherly menyoroti empat sektor utama—pendidikan, pertanian, pariwisata, dan perikanan—yang menjadi fokus pembangunan tahun ini. Ia mengapresiasi progres fisik sektor pendidikan yang mencapai 80–100 persen, namun menilai lambatnya pencairan anggaran menjadi hambatan serius.
“Jangan sampai laporan ditahan hanya karena persoalan administratif. Dinas harus menjemput bola. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh tersendat,” tegasnya.
Progres pariwisata yang berada pada kisaran 70–80 persen dan sektor perikanan 90 persen juga mendapat perhatian. Sherly menyebut kedua sektor tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong perekonomian daerah.
Meski pendapatan daerah telah mencapai 100 persen dari target, realisasi belanja baru menyentuh 65 persen hingga pertengahan November. Sherly menilai kondisi ini mengharuskan OPD bekerja lebih cepat tanpa mengabaikan kualitas.
“Realisasi anggaran bukan sekadar menghabiskan dana, tetapi memastikan setiap rupiah memberi dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Gubernur meminta seluruh OPD mempercepat progres kerja sambil menjaga akuntabilitas dan kualitas output. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menyelesaikan program pemerintah tepat waktu.













Tinggalkan Balasan