Kesaksian dari Liang Kubur Menggetarkan Ternate
TERNATE — Suasana di pemakaman mendadak hening. Beberapa keluarga dan petugas yang berada di sekitar liang kubur tampak terpaku. Tak sedikit yang menahan napas ketika penutup makam perlahan dibuka untuk proses pemindahan jenazah almarhum Burhan Abdurahman, mantan Wali Kota Ternate dua periode yang akrab disapa H. Bur.
Apa yang terlihat di dalam makam membuat banyak orang tertegun.
Setelah lima tahun dimakamkan, jasad mantan orang nomor satu di Ternate itu disebut masih dalam keadaan utuh. Kafan yang membungkus tubuhnya tampak bersih dan rapi. Bentuk jasadnya pun disebut tidak mengalami perubahan berarti, seolah baru dimakamkan beberapa waktu lalu.
Peristiwa itu terjadi saat proses pemindahan jenazah untuk dimakamkan kembali di tanah kelahirannya, Ternate, Selasa (12/5/2026). Kabar tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai penjuru kota dan memunculkan rasa haru sekaligus takzim di tengah masyarakat.
Bagi sebagian warga, apa yang terjadi bukan sekadar fenomena biasa. Sosok H. Bur selama ini dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat, sederhana, dan meninggalkan jejak pembangunan yang kuat selama memimpin Ternate.
“Sudah lima tahun beliau berpulang, tetapi ketika makam dibuka, jasad beliau masih utuh dan kafannya masih rapi. Ini sangat luar biasa,” ujar salah satu keluarga yang hadir dalam proses pembukaan makam.
Sejumlah tokoh agama yang berada di lokasi juga menyebut kondisi tersebut sebagai sesuatu yang langka. Dalam pandangan keagamaan, keutuhan jasad setelah bertahun-tahun dimakamkan kerap dimaknai sebagai tanda kemuliaan dan keberkahan atas amal serta pengabdian semasa hidup.
Selama menjabat Wali Kota Ternate pada periode 2010–2015 dan 2016–2021, H. Bur dikenal melalui konsep pembangunan “Bahari Berkesan”. Di bawah kepemimpinannya, pembangunan infrastruktur kota, penataan kawasan pesisir, hingga penguatan identitas budaya bahari berkembang pesat dan masih dirasakan masyarakat hingga kini.
Prosesi penghormatan terhadap almarhum berlangsung khidmat di Kantor Wali Kota Ternate. Hadir mewakili keluarga besar, Husen Alting Syah menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Ternate, Wakil Wali Kota, serta seluruh jajaran Pemerintah Kota Ternate yang telah membantu proses pemulangan jenazah hingga pemakaman kembali berlangsung lancar.
“Mudah-mudahan segala bantuan dan kebaikan yang diberikan mendapat balasan pahala dari Allah SWT,” ujar Sultan Tidore dalam sambutannya.
Menjelang jenazah diberangkatkan menuju Pekuburan Islam Kampung Makassar Barat, suasana kembali diliputi haru. Sultan Tidore meminta masyarakat memaafkan segala khilaf dan kekurangan almarhum semasa hidup dan selama memimpin Kota Ternate.
Serentak, para hadirin menjawab dengan lantang bahwa mereka memaafkan almarhum sepenuh hati.
Dalam kesempatan itu, Sultan Tidore turut menghadirkan dua saksi yang ikut menyaksikan langsung kondisi makam saat dibuka, yakni Imam Jawa dan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly. Keduanya membenarkan bahwa jenazah H. Burhan Abdurahman masih dalam keadaan utuh.
Kesaksian tersebut sontak membuat suasana semakin emosional. Takbir bergema dari para pelayat yang memenuhi lokasi pemakaman.
“Allahu Akbar… Allahu Akbar…”
Kini, H. Bur telah kembali dimakamkan di tanah kelahirannya. Namun bagi banyak warga Ternate, nama dan pengabdiannya diyakini akan tetap hidup—bukan hanya melalui pembangunan yang ditinggalkan, tetapi juga melalui cerita yang kini dikenang sebagai tanda kemuliaan seorang pemimpin.














Tinggalkan Balasan