HALTIM, SerambiTimur– Calon Wakil Gubernur Maluku Utara, Sahril Taher, berjanji akan memekarkan Kabupaten Wasile Raya jika pasangan Aliong-Sahril (AM-SAH) terpilih pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang akan digelar pada 27 November mendatang. Janji tersebut disampaikan Sahril saat menggelar kampanye di Desa Rawamangun, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Minggu malam (13/10/2024).
Sahril mengungkapkan, pemekaran Kabupaten Wasile Raya dan pengembangan Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara merupakan program prioritas AM-SAH. Ia menegaskan bahwa pemekaran Sofifi sebagai ibu kota sudah diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 46 Tahun 1999, yang menyatakan Sofifi harus dikembangkan sebagai ibu kota provinsi.
“Kami akan memperjuangkan pemekaran daerah otonom baru dan khususnya Sofifi sebagai ibu kota provinsi. Undang-Undang Nomor 46 Tahun 1999 sudah jelas menyebutkan Sofifi sebagai ibu kota Maluku Utara, dan ini harus diwujudkan,” ujar Sahril dalam orasi politiknya.
Ia mengakui bahwa ada pihak-pihak yang menolak pemekaran Sofifi, namun menurutnya, hal tersebut justru menghambat pembangunan di wilayah tersebut. Sahril juga menyinggung anggaran sebesar Rp4 triliun yang tersedia untuk pembangunan Sofifi sebagai ibu kota.
“Menolak pemekaran berarti menghambat pembangunan. Ada Rp4 triliun yang bisa kita kelola untuk membangun Sofifi sebagai ibu kota provinsi,” tegas Sahril.
Selain Sofifi, Sahril menambahkan bahwa pemekaran Kabupaten Wasile Raya dan Pulau Obi juga masuk dalam program prioritas AM-SAH. Ia berjanji akan mewujudkan pemekaran tersebut apabila pasangan AM-SAH terpilih, terutama dengan dukungan dari Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, yang akan dilantik pada 21 Oktober mendatang.
“Kami berkomitmen untuk memekarkan Wasile Raya dan Pulau Obi jika AM-SAH menang. Prabowo Subianto sudah menyatakan dukungannya, dan ini akan terealisasi jika Gerindra memimpin,” jelas Sahril.
Sebagai bagian dari komitmennya, Sahril juga berjanji akan membawa seluruh kepala desa di Kabupaten Wasile Raya untuk bertemu langsung dengan Prabowo Subianto di Jakarta guna memastikan pemekaran daerah tersebut.
“Saya akan bawa seluruh kepala desa di Wasile Raya untuk menghadap Presiden Prabowo. Kami yang akan menanggung biayanya,” tutupnya.



















Tinggalkan Balasan