Menu

Mode Gelap

Ternate · 7 Mar 2025 14:42 WIT ·

RSUD Chasan Boesoirie Terbelit Utang, Fasilitas Kesehatan Terbengkalai


 RSUD Chasan Boesoirie Terbelit Utang, Fasilitas Kesehatan Terbengkalai Perbesar

Ternate, Serambi Timur – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate masih menghadapi beban utang yang cukup besar, mencapai hampir Rp1 triliun. Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Alwia Assagaf, yang menyebut bahwa kondisi keuangan rumah sakit menjadi kendala utama dalam pengembangan fasilitas pelayanan.

Menurut Alwia, sejak ia menjabat pada 2022, utang RSUD CB telah mencapai Rp89 miliar. Dari jumlah tersebut, 35 persen merupakan utang jasa. Kondisi ini membuat pihaknya sulit melakukan perbaikan infrastruktur dan pengadaan fasilitas kesehatan karena anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang terbatas.

“Utang ini kami cicil sedikit demi sedikit dengan bantuan pemerintah daerah, tetapi tentu masih jauh dari cukup untuk memperbaiki semua masalah,” ujarnya, Jumat (7/3).

Selain utang, berbagai fasilitas rumah sakit juga mengalami kerusakan, termasuk AC dan kebocoran bangunan. Alwia menyebut bahwa sebagian besar fasilitas yang ada merupakan peninggalan lama. Oleh karena itu, perbaikan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada ruangan-ruangan vital seperti ruang bayi dan ruang operasi.

“Kami sudah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk pemeliharaan AC sejak 2023, tetapi karena keterbatasan anggaran, perbaikannya harus dilakukan bertahap. Beberapa perbaikan mendesak seperti sistem oksigen kini sudah sesuai standar dan tidak lagi menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” jelasnya.

Sementara itu, pembangunan tahap kedua Gedung Jantung yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) telah mencapai 100 persen. Namun, tahap pencairan dana baru mencapai 70 persen, sehingga masih ada 30 persen pekerjaan yang belum dibayarkan. Kondisi ini semakin diperparah dengan minimnya anggaran daerah yang seharusnya menopang proyek tersebut.

Alwia mengaku telah berkomunikasi dengan Wakil Gubernur Maluku Utara terkait permasalahan ini, tetapi belum secara langsung dengan Gubernur Sherly Tjoanda. Menurutnya, seluruh utang rumah sakit harus diaudit oleh BPK sebelum dilakukan pembayaran.

“Ibu gubernur bilang ada tahap ketiga untuk pembangunan ini, dan kami berharap tidak masuk dalam efisiensi anggaran. Kami juga menunggu pergeseran tahap pertama dari keuangan daerah untuk menyelesaikan sisa pembayaran sebesar Rp5 miliar dan tambahan Rp10 miliar dari Pemda agar tahap ketiga bisa berjalan,” katanya.

Alwia menegaskan, jika anggaran tahap ketiga dapat direalisasikan, maka fasilitas seperti ruang Cath Lab, layanan pemasangan ring jantung, operasi jantung, dan CT scan yang telah dibiayai dari DAK senilai Rp11 miliar bisa segera difungsikan.

“Jika semua fasilitas selesai, maka layanan kesehatan di RSUD Chasan Boesoirie akan jauh lebih baik. Tenaga medisnya pun sudah siap,” tutupnya.


 

Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Skandal Tunjangan Belum Tuntas: Kejati Didesak Tak Beri Ruang Perlindungan Bagi Pejabat Berkuasa

6 Juli 2026 - 13:34 WIT

Polres Ternate Musnahkan 15.771 Botol Miras Ilegal dan 5,6 Kg Ganja

1 Juli 2026 - 20:13 WIT

Aksi Jilid III di Kemenag RI, FAKI dan GPM Ultimatum Menteri Agama Copot Kakanwil Kemenag Maluku Utara

30 Juni 2026 - 21:55 WIT

Pemkot Ternate Matangkan RKPD 2027, Empat OPD Jadi Prioritas Pembenahan Kota dan Peningkatan PAD

29 Juni 2026 - 21:25 WIT

Menjelang Rakernas JKPI, Sekda Ternate Ingatkan ASN: Disiplin adalah Wajah Pelayanan Publik

24 Juni 2026 - 20:13 WIT

Di Bela Hotel Ternate: Gubernur Sherly Tekankan Data Akurat Kunci Kebijakan, Ajak Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026  

20 Juni 2026 - 13:56 WIT

Trending di Daerah