TERNATE, SerambiTimur – Proyek pembangunan Dermaga Sulamadaha-Hiri senilai Rp9,8 miliar yang dikerjakan CV. Raja Riski kembali menuai sorotan. Front Pemuda Peduli Infrastruktur (FMPI) Maluku Utara menuding adanya dugaan korupsi dan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan.
Dalam aksi demonstrasi di depan Kantor Kejati Malut dan Kantor Wali Kota Ternate, Senin (8/9/2025), Koordinator Lapangan, Andy, mengungkapkan indikasi penyimpangan volume pada beberapa item pekerjaan, khususnya pengadaan tetrapod.
“Seharusnya digunakan tetrapod ukuran 1000, tapi yang dipasang di lapangan hanya ukuran 700. Ini jelas ada kekurangan volume. Begitu juga pada pekerjaan cekdam dan talud,” tegas Andy.
FMPI mendesak Wali Kota Ternate segera mencopot Kepala Dinas PUPR, Ru’san Taib, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Junaidi, serta bendahara Dinas PUPR yang dinilai lalai mengawasi anggaran.
“Jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas,” pungkas Andy.













Tinggalkan Balasan