Menu

Mode Gelap

Daerah · 27 Mei 2024 13:36 WIT ·

Program Prioritas Wali Kota Ternate Dinilai Gagal


 Muamil Sunan Perbesar

Muamil Sunan

TERNATE, – Akademisi Universitas Khairun Ternate, Muamil Sunan, Senin (21/5/2024) kepada media ini,  menilai 14 program prioritas wali kota Ternate, M. Tauhid Soleman yang di kampanyekan saat tahapan pencalonan sebagi wali kota Ternate tahun 2020 lalu dinilai gagal.

Pasalnya, 14 proram prioritas itu merupakan turunan dari Visi-Misi Ternate Andalan yang telah dituangkan dalam Rancangan Pembangunan Jangkah Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2020-2025, bahkan telah di sahkan dalam Anggran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Nyatanya ke 14 program prioritas itu tidak mencapai target.

Muamil mengatakan, 14 program pioritas pemerintah kota ternate dibawa kendali M. Tauhid Soleman sejak dirinya dilantik sebagi wali kota Ternate hingga saat ini, capainnya tidak sampai di angka 30-40 persen, mulai dari aspek keuangan pemerintahan. Selain itu masaalah ekonomi, lingkungan dan juga  pelayanan publik tidak sesuai harapan.

“Kalau kita bicara Ternate mandiri di bidang ekonomi, harusnya pemerintah kota ternate berupaya untuk menciptakan ekonomi mandiri terlebih dahulu baru menciptakan ekonomi berkeadilan, kerena indikator ekonomi makro itu diantaranya pertumbuhan, pengangguran dan inflasi. Sementara inflasi terus naik di setiap tahunnya sesuai releasse BPS. Dari  sisi keuangan daerah, Pendapatan asli Daerah (PAD) juga terjun bebas, tidak mencapai target, capainnya hanya dikisaran 60-70 persen, padahal salah satu program prioritas pemerintah kota ternate itu adalah pengelolaan keuangan daera,” katanya.

Bukan hanya itu, lanjut Muamil, masalah lingkungan dan pelayanan publik juga sampai saat ini, bisa dikatakan tidak capai target, kerena masalah sampah dan air bersih masih menjadi perhatian serius di kota ini.

Muamil menambahkan, selama ini pemerintah kota terus mendapat kritikan dari masyarakat begitu banyak, melalui akademisi, aksi warga dan LSM. Anehnya justru pemerintah tidak pernah merespon  ataupun meindaklanjuti.

“Lalu apa lagi yang masyarakat harapkan dengan sisa waktu yang kurang lebih beberpa bulan kedepan ini.
Apakah semua program itu bisa di kerjakan oleh pemerintah kota, tidak mungkin bisa mencapai itu semua dalam sisa waktu masa jabatan,” tutup Muamil.

Sekadar informasi, 14 program pioritas itu diantaranya, pengembangan iklim usaha yang kondusif serta peningkatan daya saing industri kreatif UMKM dan IKM. pembangunan infrastruktur dasar pada wilayah Batang Dua, Hiri, dan Moti atau disebut (BAIM) dengan tujuan mendorong kemudahan akses pasar bagi masyarakat wilayah (BAIM).

Selanjutnya, optimalisasi sumber penerimaan daerah,  peningkatan kualitas pelayanan publik, pembinaan Apartur Sipil Negara (ASN) yang profesional, perlindungan dan pelestarian cagar budaya, membangun dan menghidupkan entitas keragaman sosial budaya masyarakat, revitalisasi dan penataan pola ruang kota yang berkelanjutan, industrialisasi pengolaan sampah secara partisipatif, konservasi sumber daya air, literasi dan mitigasi kebencanaan, pengembangan kota sebagai pusat informasi dan konsolidasi barang/jasa, revitalisasi dan penguatan peran BUMD.

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Fitu Geram, Air PDAM Hanya Mengalir Malam Hari

12 Juni 2026 - 18:03 WIT

Ilustrasi By SerambiTimur

Rapat Tertutup KPK dan Pemprov Malut di Ternate, Akses Media Dibatasi  

11 Juni 2026 - 11:17 WIT

NHM Angkut 70 Kantong Sampah dari Tanjung Barnabas, Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan

11 Juni 2026 - 09:24 WIT

Walikota Luruskan Anggaran Setda: Bukan Anggaran Pribadi, Sisa Dana Kembali ke Kas Daerah

10 Juni 2026 - 11:16 WIT

Walikota Tidore: Dua Unit Mobil Bukan Beli Tunai, Dilanjutkan Kredit dan Baru Lunas Akhir 2025

10 Juni 2026 - 09:26 WIT

Anggaran Tiket dan Hotel Sekda Tidore Capai Rp 8,6 Miliar: Pemborosan Mengerikan di Tengah Keterbatasan Daerah

10 Juni 2026 - 03:00 WIT

Trending di Daerah