Menu

Mode Gelap

Ternate · 2 Sep 2024 13:27 WIT ·

Pemindahan Posko Banjir di Ternate Dikecam Korban, Dinilai Tidak Efektif


 Samsudin Senen, Menggunakan kemeja putih mengenakan topi Perbesar

Samsudin Senen, Menggunakan kemeja putih mengenakan topi

Ternate, Sembabi Timur– Keputusan untuk memindahkan posko utama bantuan korban banjir bandang di Kelurahan Rua ke Aula 1 Kantor Wali Kota Ternate mendapat kecaman keras dari para korban. Meski pemindahan tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat dan tim tanggap darurat Kota Ternate untuk meningkatkan efisiensi penanganan bencana, namun kenyataan di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda.

Salah satu korban banjir bandang, Samsudin Senen, mengungkapkan pada Minggu (1/9) bahwa pemindahan posko utama ke kantor wali kota memang sesuai aturan, namun pemerintah kota seharusnya mempertimbangkan kondisi di lapangan serta kebutuhan mendasar masyarakat yang terkena dampak langsung.

“Saya sudah menawarkan kepada pemerintah kota untuk membuat posko di sini, di kelurahan, untuk membantu masyarakat yang terdampak. Namun, tawaran tersebut tidak dihiraukan, dan sekarang hanya terlihat peran aktif dari pemerintah provinsi dan pihak swasta,” ujar Samsudin.

Ia menambahkan bahwa posko yang didirikan di kelurahan bertujuan untuk membantu masyarakat, peran yang seharusnya didukung oleh pemerintah kota. Menurut Samsudin, perhatian tidak hanya perlu diberikan kepada masyarakat yang terdampak langsung, tetapi juga kepada mereka yang terdampak secara tidak langsung, seperti yang kini merasa takut untuk pergi ke kebun atau melaut.

Karena kurangnya efektivitas dari penanganan pemerintah kota, Samsudin terpaksa berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara untuk mendapatkan bantuan pangan yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat. “Seharusnya ini adalah peran posko utama dari pemerintah kota,” tegasnya.

Samsudin juga khawatir jika situasi ini dipolitisasi oleh pemerintah kota. Ia menegaskan, jika memang ada indikasi politisasi dalam penanganan korban banjir, pemerintah kota sebaiknya tidak lagi terlibat di lokasi dan menghentikan pengiriman bantuan.

“Masyarakat di sini masih bisa mendapatkan dukungan dan bantuan dari warga Kota Ternate dan Maluku Utara yang peduli. Bahkan, sudah banyak bantuan dari masyarakat yang kami salurkan kepada mereka yang terdampak langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Samsudin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Maluku Utara yang telah memberikan bantuan kepada warga Rua yang terkena bencana banjir bandang.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FPAKI-Malut Desak Kejati Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Pemkot Ternate

14 Januari 2026 - 10:36 WIT

DKPP Pecat Tetap Anggota Bawaslu Ternate, Terbukti Terima Rp250 Juta untuk Atur Suara

13 Januari 2026 - 12:17 WIT

Kanwil Ditjenpas Malut Ikuti Apel Awal Tahun 2026, Teguhkan Komitmen Hadapi Tantangan Baru

12 Januari 2026 - 16:48 WIT

Dinonaktifkan Karena Diperiksa, Akademisi Pertanyakan Kenapa Abubakar Tetap Bertahan

10 Januari 2026 - 15:54 WIT

Sejumlah DPC Tolak Muswil PPP Maluku Utara di Ternate, Dinilai Tak Sah

8 Januari 2026 - 14:12 WIT

NasDem Maluku Utara Tancap Gas Menuju 2029, Rakerwil I Jadi Titik Balik Konsolidasi

7 Januari 2026 - 14:38 WIT

Trending di Politik