TERNATE, SerambiTimur – Pelayanan hemodialisa atau cuci darah bagi pasien gagal ginjal di RSUD Chasan Boesoerie Maluku Utara kembali berjalan normal setelah sebelumnya mengalami kendala teknis.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Hukum dan Humas RSUD Chasan Boesoerie, Floriyani Sumtaki, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/8/2025).
“Pelayanan cuci darah sudah kembali normal sejak kemarin. Bahkan, Rabu lalu pelayanan berlangsung penuh dari pagi hingga sore,” ujarnya.
Floriani menegaskan bahwa RSUD Chasan Boesoerie tetap berkomitmen mengutamakan pasien gagal ginjal, mengingat layanan hemodialisa merupakan kebutuhan medis yang tidak bisa ditunda.
Pantauan di lokasi juga menunjukkan aktivitas pelayanan berjalan lancar. Sejumlah pasien dan keluarga yang ditemui mengaku puas atas pelayanan yang diberikan.
“Saya dilayani dengan baik, alhamdulillah,” ujar salah satu keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya.
Terkait pemberian suntikan hemoglobin (Hb) atau cairan terapi penunjang lainnya, pihak rumah sakit menegaskan bahwa semua dilakukan berdasarkan indikator medis hasil pemeriksaan dokter.
“Suntikan bisa satu atau dua kali, tergantung kondisi dan kebutuhan pasien. Semua tindakan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan medis,” jelas keluarga pasien.
Dengan normalnya kembali pelayanan ini, RSUD Chasan Boesoerie diharapkan mampu menjaga kontinuitas pelayanan kesehatan bagi pasien-pasien kronis yang bergantung pada terapi rutin seperti hemodialisa.















Tinggalkan Balasan