TERNATE, SerambiTimur – UPTD Instalasi Farmasi Kota Ternate mengeluhkan tidak adanya alokasi anggaran rutin untuk pemusnahan limbah medis selama bertahun-tahun. Meski sempat dianggarkan Rp17 juta pada 2024, dana tersebut tak pernah dicairkan.
Kepala UPTD Farmasi, Munirah Rivai, mengungkapkan bahwa selama ini kegiatan pemusnahan tetap dilakukan, meski tanpa dukungan anggaran dari Dinas Kesehatan Ternate.
“Kami terpaksa akali dari anggaran lain, seperti distribusi dan operasional. Kalau tidak dimusnahkan, limbah akan menumpuk dan berbahaya,” ujarnya, Senin (2/6/2025).
Menurut Munirah, sejak 2018 hingga 2024, pemusnahan limbah dilakukan tanpa dukungan dana khusus dari pemerintah. Bahkan, usulan ke Dinas Kesehatan berkali-kali diabaikan.
“Ini menyangkut keselamatan dan pelayanan dasar. Harusnya pemerintah lebih serius,” tegasnya.
Anggota DPRD Kota Ternate, Nurjaya Hi Ibrahim, yang melakukan inspeksi mendadak ke UPTD tersebut, menyampaikan keprihatinannya.
“Banyak hal yang dikeluhkan. Bukan hanya sarana prasarana dan TPP rendah, tapi juga tidak ada anggaran pemusnahan obat. Ini sangat serius,” ujarnya.
Nurjaya menegaskan, karena obat-obatan berasal dari Dinas Kesehatan, maka proses pemusnahannya pun seharusnya ditanggung oleh dinas tersebut.
“Saya minta Pemkot Ternate segera ambil tindakan. Ini pelayanan dasar yang tak boleh diabaikan,” pungkasnya.















Tinggalkan Balasan