Menu

Mode Gelap

Halsel · 15 Apr 2025 07:21 WIT ·

Keluarga Korban Pengeroyokan Desak Polres Halsel Segera Tangkap 12 Pelaku


 Keluarga Korban Pengeroyokan Desak Polres Halsel Segera Tangkap 12 Pelaku Perbesar

Halsel, SerambiTimur – Selasa (15/4/2025)- Harapan untuk tiba di kampung halaman dan merayakan lebaran bersama keluarga berubah menjadi luka mendalam bagi Zulkarnain Mubin dan Rizal Basir, dua pemuda asal Desa Oha, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan. Dalam perjalanan mudik dari Ternate melalui jalur darat, mereka justru menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok warga Desa Balitata.

Saat tiba di Desa Balitata, perjalanan keduanya terhenti secara tragis. Mereka dihadang oleh seorang pria dewasa yang belakangan diketahui bernama Isra. Tanpa alasan yang jelas, pria itu langsung menghajar mereka. Dalam hitungan menit, segerombolan orang datang dan ikut menganiaya tanpa ampun.

“Saya dari Ternate naik motor berdua, tujuan kami hanya ingin sampai di kampung halaman, Desa Oha. Di tengah jalan, kami dihadang dan hanya ditanya ‘mau ke mana?’. Setelah saya jawab ‘ke Oha’, tiba-tiba pukulan datang. Lalu, orang-orang datang dari berbagai arah dan mengeroyok kami,” ungkap Zulkarnain dan Rizal, dengan suara yang nyaris tak terdengar.

Mereka dipukuli hingga terkapar tak berdaya. Luka di tubuh, lebam di wajah, dan rasa sakit yang sulit digambarkan menjadi teman mereka selama hari-hari setelah kejadian. Bahkan, karena parahnya luka akibat pemukulan, salah satu dari mereka sempat mengalami kondisi kritis dan tak bisa mengunyah makanan. Selama beberapa hari, mereka hanya bisa menerima asupan makanan melalui pipet atau sedotan.

“Dia tidak bisa buka mulut, tidak bisa makan. Kami terpaksa beri makan pakai pipet,” kata pihak keluarga, menggambarkan betapa serius dampak kekerasan yang mereka alami.

Mengetahui kejadian itu, pihak keluarga segera membawa kedua korban ke rumah sakit di Kota Bacan. Di sana, korban mendapatkan perawatan intensif. Pada hari yang sama, 29 Maret 2025, pihak keluarga juga melapor ke kepolisian dan menjalani proses visum, yang hasilnya langsung diserahkan ke Polres Halmahera Selatan sebagai bukti penguat.

Ironisnya, meskipun nama 12 pelaku telah dikantongi oleh pihak kepolisian dan bukti visum telah tersedia, hingga kini belum ada satu pun pelaku yang diamankan. Bahkan hingga kini masih berkeliaran bebas.

Fahrudin Daud, perwakilan keluarga korban, dengan nada kecewa dan tegas meminta agar penegakan hukum dijalankan dengan cepat dan adil.

“Kami sangat kecewa. Sudah hampir sebulan lebih, tapi belum ada tindakan. Kalau aparat tidak segera bergerak, kami khawatir ini akan memicu perang saudara. Jangan salahkan kami jika masyarakat mengambil langkah sendiri.,” ujarnya.

Ia menekankan, ketegangan antarwarga di dua desa kian meningkat. Jika dibiarkan, situasi bisa meledak sewaktu-waktu, dan pihak kepolisian akan memikul tanggung jawab atas konflik yang bisa meluas.

“Jangan tunggu ada korban lagi. Ini bukan hanya tentang dua orang yang dianiaya. Ini soal keadilan dan martabat,” tambahnya.

Situasi antara Desa Oha dan Balitata kini dalam keadaan sensitif. Warga menuntut keadilan, sementara aparat diminta untuk tidak lagi menunda-nunda proses hukum. Sebab, di balik luka fisik yang dialami korban, tersimpan luka batin yang jauh lebih dalam—luka akibat ketidakadilan yang belum tersentuh tangan hukum.

setelah berita ini ditulis, media ini masih terus melakukan upaya konfirmasi dari pihak Polres Halsel. Update beritanya akan kami terbitkan setelah asa pernyataan dari pihak kepolisian.

Artikel ini telah dibaca 353 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Janji Kursi HIPMI Malut Berujung Laporan Polisi, Uang Rp130 Juta Raib

21 April 2026 - 18:54 WIT

Kejati Malut Didesak Segera Tetapkan Kadis PMD Halsel Sebagai Tersangka Kasus Dana Desa

15 April 2026 - 15:16 WIT

Polwan Polres Halteng Lakukan Trauma Healing Door to Door di Sibenpopo, Pulihkan Mental Warga Pascakonflik

12 April 2026 - 14:09 WIT

Rentetan Konflik Uji Kerukunan di Malut, GPM Pertanyakan Efektivitas Program Moderasi Beragama

10 April 2026 - 23:54 WIT

Menteri Imipas Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan

10 April 2026 - 12:17 WIT

Bangkit dari Konflik, 6 Rumah Layak Huni Dibangun di Sibenpopo

7 April 2026 - 23:59 WIT

Trending di Hukum & Kriminal