Halsel, SerambiTimur –Warga Desa Dauri, Kecamatan Makian Pulau, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menyoroti belum terbangunnya jembatan penghubung yang telah lama mereka perjuangkan. Akses vital ini menjadi satu-satunya jalur bagi anak-anak menuju Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Halsel, sekaligus urat nadi aktivitas warga setempat.
Hingga kini, masyarakat masih bergantung pada jalur setepak di dasar kali yang dibuat secara swadaya. Saat musim kemarau, kali itu kering dan mudah dilewati. Namun, setiap kali musim hujan tiba, arus air menggenangi bahkan merusak lintasan tersebut, membuat pelajar dan warga terisolasi.
“Kalau hujan deras, anak-anak tak bisa sekolah karena air kali meluap. Kami sudah sering usulkan pembangunan jembatan, tapi belum juga terealisasi,” ujar Husen Hi Umar, tokoh masyarakat Dauri, Selasa (11/11/2025).
Ia mengaku kecewa karena beberapa anggota DPRD asal Desa Dauri tidak mampu memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, meski aspirasi pembangunan jembatan sudah berkali-kali disampaikan dalam musrenbang dan masa reses.
“Sudah banyak janji, tapi hasilnya nihil. Kami cuma ingin anak-anak bisa sekolah tanpa harus takut hanyut,” katanya.
Masyarakat Dauri mendesak Pemkab Halmahera Selatan agar menjadikan pembangunan jembatan tersebut sebagai prioritas dalam APBD 2026, mengingat akses ini menyangkut keselamatan dan masa depan generasi muda di wilayah tersebut.














Tinggalkan Balasan