TERNATE Serambitimur– Di tanah yang penuh dengan cerita kebersamaan, Maluku Utara menemukan sosok pemimpin yang tidak hanya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetapi juga mengukir jejak kebaikan di hati setiap masyarakatnya. Nasri Abubakar, Wakil Wali Kota Ternate sekaligus Pendiri Yayasan Nasab menjadi bukti bahwa kepemimpinan sejati terletak pada kemauan untuk memberikan dengan ikhlas, tanpa pamrih.
Yayasan Nasab bukan sekadar nama pada kertas. Ia hadir sebagai telapak tangan kasih yang menjangkau setiap sudut Kota Ternate bahkan seluruh wilayah Maluku Utara, baik saat musibah alam menghantui, ketika rumah ibadah membutuhkan dukungan, maupun ketika masyarakat memerlukan bantuan. Di bulan suci Ramadan yang penuh berkah, kehadiran yayasan Nasab ini semakin terasa hangat, membawa cahaya harapan bagi mereka yang sedang merasakan keterbatasan.
Seribu Paket Sembako, Seribu Cerita Syukur
Kelurahan Tanah Tinggi menjadi saksi momen yang menggerakkan hati pada Minggu (8/3/2026). Ribuan warga berkumpul dengan suasana khidmat dan penuh harapan, menyambut pembagian seribu paket sembako yang disalurkan Yayasan Nasab. Setiap paket yang diterima bukan hanya berisi beras, gula, minyak, dan kebutuhan pokok lainnya, tetapi juga membawa rasa cinta dan perhatian yang tulus dari pendirinya.
“Ramadan mengajarkan kita bahwa berkah datang bukan hanya dari apa yang kita miliki, tetapi dari apa yang kita berikan kepada orang lain,” ujar Bapak Nasri dengan suara yang penuh kehangatan, sambil melihat dengan perhatian setiap penerima bantuan yang berlalu di hadapannya.
“Melalui Yayasan Nasab, kami hanya ingin memastikan bahwa tidak seorang pun merasa terpinggirkan di bulan yang penuh rahmat ini. Semoga setiap bantuan yang kami berikan bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi mereka.”
Janji yang Tertanam dalam Hati, Dijaga dengan Sejuta Ikhlas
Kebaikan ini bukanlah hasil dari kesempatan semata. Sebelum menginjakkan kaki di dunia kepemimpinan sebagai Wakil Wali Kota, komitmen untuk berbagi telah menjadi bagian dari diri Bapak Nasri. Bahkan saat masa kampanye Pilkada 2024 silam, ia dengan tegas mengumumkan janji yang tak akan pernah dilupakannya: sebagian penghasilan dari jabatan yang dipercayakan akan dikembalikan kepada masyarakat melalui kegiatan sosial.
“Itu bukan sekadar kata-kata dalam kampanye itu adalah janji yang saya jaga dengan sepenuh hati,” jelasnya dengan mata yang penuh keyakinan. “Saya yakin, kepercayaan yang diberikan oleh rakyat haruslah digunakan untuk kesejahteraan mereka sendiri. Kepemimpinan bukan tentang mendapatkan lebih banyak, melainkan tentang memberikan sebanyak mungkin.”
Kebaikan yang Menjadi Rutinitas Hati
Senada dengan pendirinya, Direktur Yayasan Nasab Wahyu Firmansyah menjelaskan bahwa pembagian sembako di bulan Ramadan telah menjadi program tahunan yang menyatu dengan jiwa yayasan. “Tahun lalu juga kami menyalurkan tepat seribu paket kepada yang berhak menerima,” ujarnya. “Ini bukan sekadar acara formal atau seremonial belaka. Ini adalah tanggung jawab moral yang kita emban sebagai bagian dari komunitas masyarakat Malut untuk saling membantu dan merawat sesama.”
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, panitia telah bekerja ekstra keras mengunjungi rumah-rumah, mendengar cerita setiap keluarga, dan mendistribusikan kupon kepada warga kurang mampu di berbagai kelurahan Kota Ternate. Tak hanya sembako, yayasan juga menyediakan uang transportasi agar mereka yang datang dari jauh tidak merasa terbebani. “Kita ingin setiap langkah mereka untuk menerima bantuan menjadi mudah dan penuh berkah,” tambah Wahyu.

Doa Tulus dari Hati yang Terentang
Kesan mendalam terasa begitu jelas dari Ibu Rugaya, salah satu penerima bantuan yang menangis haru ketika menerima paket dari Yayasan Nasab. Tangannya yang keriput memegang erat setiap barang di dalam paket, sambil mengucapkan terima kasih yang tak terucapkan dengan kata-kata saja.
“Semoga Allah SWT selalu menyegarkan jiwa dan raga Bapak Nasri Abubakar beserta keluarga beliau,” ujarnya dengan suara gemetar penuh rasa syukur. “Bantuan ini bukan hanya mengisi kebutuhan kami di bulan Ramadan, tetapi juga menghangatkan hati yang seringkali merasa berat. Ini adalah kebahagiaan yang kami tunggu-tunggu.”
Tak lupa, ia mengangkat tangan dan mengirimkan doa yang paling tulus. “Kami hanya bisa memohon kepada-Nya agar membalas semua kebaikannya dengan kebaikan yang lebih besar lagi. Semoga beliau selalu diberkati, dan semoga kebaikan yang beliau lakukan bisa menjadi contoh bagi banyak orang,” pungkasnya dengan mata yang penuh harapan membuktikan bahwa kepemimpinan yang ikhlas memberi akan selalu menyentuh hati hingga ke akar-akarnya













Tinggalkan Balasan