Menu

Mode Gelap

Ternate · 14 Mei 2025 05:49 WIT ·

Gubuk Tepi Air: Senja yang Tak Tenang bagi Betai Only


 Gubuk Tepi Air: Senja yang Tak Tenang bagi Betai Only Perbesar

TERNATE, SerambiTimur-Di antara dua aliran air di sudut Kalumata, Ternate Selatan, berdiri sebuah gubuk reot yang nyaris tak layak disebut rumah. Di sanalah Betai Only (80) dan istrinya Rosmina (35) menghabiskan hari-hari senja mereka—bersama dua anak yang masih kecil, dalam keterbatasan dan ketidakpastian.

Saat hujan turun, bukan kesejukan yang mereka rasakan, melainkan kekhawatiran. Atap bocor, air masuk dari kiri dan kanan, dan banjir kerap memaksa mereka mengungsi ke rumah tetangga.

Kalau hujan deras, kami langsung ngungsi. Takut terjadi apa-apa,” ujar Only, sembari tersenyum getir saat ditemui Rabu (14/5/2025).

Gubuk itu berdiri tepat di atas saluran air. Kondisinya rawan. Dinding dan atapnya terbuat dari bahan sisa yang disumbang warga sekitar. Bahkan untuk air dan listrik, mereka harus menumpang dari tetangga yang berbaik hati.

Only mengaku telah berpindah-pindah tempat tinggal selama bertahun-tahun karena tak mampu membangun rumah sendiri. Di masa mudanya, ia pernah bekerja sebagai buruh di Pelabuhan Bastiong, namun kini tak lagi kuat dan hanya bisa mengambil pekerjaan serabutan.

Untuk makan sehari-hari, saya bergantung pada belas kasih tetangga. Dulu kerja di pelabuhan, tapi sekarang sudah tidak kuat lagi,” katanya.

Sementara Rosmina, sang istri, berjualan nasi kuning milik keluarga di sekitar pelabuhan demi membeli beras dan lauk untuk anak-anak.

Yang penting ada buat makan. Soal tempat tinggal, kami ikhlaskan saja,” tutur Rosmina, pasrah.

Namun di tengah keprihatinan itu, secercah harapan akhirnya datang.

Kementerian Sosial melalui Sentra Wasana Bahagia Ternate turun tangan. Setelah melakukan asesmen, mereka menyatakan akan memberikan bantuan berupa program bedah rumah.

Kami lakukan ini untuk keluarga dengan kondisi miskin ekstrem yang perlu ditangani segera,” ungkap Kepala Sentra Wasana Bahagia, Osep Mulyani.

Rumah tersebut akan dibangun di atas lahan milik istri Only di Kelurahan Tongole, berukuran 5 x 6 meter. Proyek ini menjadi satu dari dua unit bantuan yang difasilitasi Kemensos tahun ini di Maluku Utara.

Kami sudah bertemu langsung dengan keluarga. Insyaallah, rumah akan segera dibangun agar mereka bisa hidup lebih layak,” tambah Osep.

Bagi Only, rumah baru bukan sekadar tempat berteduh. Itu adalah simbol harapan, tempat anak-anaknya bisa tidur dengan tenang, dan tempat yang bisa mereka sebut “rumah” dengan penuh syukur.

Meski anggaran terbatas, pemerintah daerah dan masyarakat juga diharapkan turut berperan. Karena di balik gubuk tua itu, hidup sebuah keluarga yang hanya ingin bertahan—dengan layak dan bermartabat.

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Ternate Musnahkan 15.771 Botol Miras Ilegal dan 5,6 Kg Ganja

1 Juli 2026 - 20:13 WIT

Aksi Jilid III di Kemenag RI, FAKI dan GPM Ultimatum Menteri Agama Copot Kakanwil Kemenag Maluku Utara

30 Juni 2026 - 21:55 WIT

Pemkot Ternate Matangkan RKPD 2027, Empat OPD Jadi Prioritas Pembenahan Kota dan Peningkatan PAD

29 Juni 2026 - 21:25 WIT

Menjelang Rakernas JKPI, Sekda Ternate Ingatkan ASN: Disiplin adalah Wajah Pelayanan Publik

24 Juni 2026 - 20:13 WIT

Di Bela Hotel Ternate: Gubernur Sherly Tekankan Data Akurat Kunci Kebijakan, Ajak Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026  

20 Juni 2026 - 13:56 WIT

Di Balik Angka Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara: Infrastruktur dan SDM Jadi Kunci Pemerataan Manfaat Pembangunan

17 Juni 2026 - 22:37 WIT

Trending di Daerah