TERNATE, SerambiTimur – Fraksi Gerindra DPRD Kota Ternate menyoroti kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate dalam Rancangan APBD Perubahan (RAPBD-P) 2025. Kritik diarahkan pada keputusan menaikkan target pendapatan asli daerah (PAD) di tengah tren capaian rendah, serta penurunan signifikan pada belanja pegawai.
Juru bicara Fraksi Gerindra, Nurjaya H. Ibrahim, dalam pandangan umum fraksi, Jumat (22/8/2025), menegaskan bahwa APBD Perubahan seharusnya menjadi instrumen penyesuaian realistis, bukan sekadar angka optimistis.
“Fraksi Gerindra meminta penjelasan apa dasar Pemkot menaikkan target PAD sebesar Rp3,5 miliar, sementara capaian PAD dalam tiga tahun terakhir tidak pernah tembus target. Bahkan, realisasi PAD semester I 2025 baru menyentuh 35,77 persen atau Rp50,5 miliar dari target Rp141,3 miliar,” tegas Nurjaya.
Selain PAD, Gerindra juga menyoroti lemahnya optimalisasi penerimaan lain-lain PAD yang sah. Dari target Rp13,7 miliar, baru terealisasi Rp5,1 miliar hingga semester I 2025. “Sektor ini sebenarnya bisa dimaksimalkan jika aset daerah dikelola dengan baik,” katanya.
Pada sisi belanja, Fraksi Gerindra mempersoalkan turunnya belanja pegawai hingga Rp13,1 miliar, dari Rp569,06 miliar menjadi Rp555,91 miliar. “Belanja pegawai seharusnya mencerminkan kebutuhan riil sesuai jumlah pegawai, ditambah akres 2,5 persen. Pemkot perlu menjelaskan dasar penurunan ini,” tandasnya.














Tinggalkan Balasan