TERNATE, SerambiTimur – Pangkalan minyak tanah (mitan) subsidi milik Nurbaya Gailea yang berlokasi di Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan, diduga kuat mengurangi jatah distribusi untuk warga.
Temuan ini terungkap saat Anggota DPRD Kota Ternate, Nurjaya Hi. Ibrahim, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi setelah menerima keluhan dari masyarakat.
“Kelurahan ini bukan sekali dua kali, tapi keluhan terus berulang setiap kali penjualan mitan dilakukan,” ujar Nurjaya kepada wartawan, Jumat (25/7/2025).
Menurut politisi dari Fraksi Gerindra tersebut, saat pengecekan ditemukan bahwa jatah minyak yang dijual kepada warga hanya 15 liter per Kepala Keluarga (KK). Padahal sesuai aturan, distribusi seharusnya dihitung berdasarkan jumlah jiwa, yakni 5 liter per orang.
Data yang diperoleh menyebutkan, pangkalan milik Nurbaya mendapatkan pasokan sebanyak 4.000 liter dari Agen Mitamal Utara. Jumlah itu ditujukan untuk warga RT 14 sebanyak 121 KK dan RT 13 sebanyak 26 KK.
Jika dihitung 15 liter per KK, maka baru terdistribusi sekitar 2.205 liter, dan masih tersisa lebih dari 1.700 liter. Diduga kuat sisa tersebut tidak didistribusikan sesuai ketentuan alias ditimbun.
Saat dikonfirmasi, Nurbaya mengakui masih menggunakan data lama dalam penyaluran. Ia juga mengklaim tidak mendapatkan informasi terbaru dari pemerintah kelurahan terkait kebijakan distribusi.
“Saya masih pakai data lama, jumlah pastinya saya belum tahu karena masih ada penjualan,” katanya singkat.















Tinggalkan Balasan