HALTIM, SerambiTimur— Debat publik kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Halmahera Timur diwarnai ketegangan antara pendukung. Kedua kubu, yakni pendukung paslon nomor urut 1 (M. Farrel Adhitama dan Hi Thaib Djalaluddin) dan paslon nomor urut 2 (Ubaid-Anjas), terlibat saling sindir.
Ketika M. Farrel Adhitama, yang didampingi mantan Bupati Halmahera Timur dua periode, Rudi Erawan, memasuki aula kantor bupati bersama rombongan partai koalisi, sejumlah pendukung Ubaid-Anjas meneriakkan tudingan “koruptor” dan “anak koruptor.” Seruan ini merujuk pada kasus korupsi yang menjerat Rudi Erawan, ayah dari Farrel, yang pernah menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap Rp 6,3 miliar pada 2018.
“Koruptor, koruptor, sori ee,” teriak sejumlah pendukung Ubaid-Anjas dari tenda samping area parkir kantor bupati pada Senin (4/11).
Aksi sindiran berlanjut saat debat publik usai. Ketika paslon Farrel-Jadi dan pimpinan partai koalisi meninggalkan lokasi, teriakan “anak koruptor” kembali dilontarkan oleh beberapa warga yang mengarahkannya kepada Rudi Erawan.
Debat publik kali ini mengangkat tema tata kelola pemerintahan, sosial budaya, dan pembangunan sumber daya manusia. Agenda dimulai dengan pemaparan visi dan misi pasangan calon, yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.














Tinggalkan Balasan