Menu

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 12 Mei 2025 10:47 WIT ·

Dari Tabrakan Jadi Teror Parang: Satu Malam Panik di Depan SPBU Ternate


 Korban pengeroyokan Perbesar

Korban pengeroyokan

TERNATE, SerambiTimurMalam Minggu yang biasa menjadi waktu ramai di sekitar SPBU Codo, Kelurahan Soa Sio, berubah mencekam. Dentuman motor yang bertabrakan jadi pemicu, namun yang terjadi setelahnya jauh lebih liar—pengeroyokan, amarah, dan teror sebilah parang.

Grahesa Bintang Baharudin (27), awalnya hanya mengalami kecelakaan ringan di depan SPBU tersebut pada Minggu malam (11/5). Istrinya, Meli Sudin, mengira semua sudah selesai dengan baik. Apalagi insiden itu diselesaikan secara damai di lokasi kejadian, bahkan disaksikan anggota kepolisian.

Sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Polisi juga ada di tempat,” kenang Meli saat ditemui pada Senin (12/5).

Namun tak lama berselang, situasi berbalik. Grahesa yang mengira semuanya sudah tenang, justru dikeroyok oleh lima orang pemuda. Ia ditarik, dipukul, diseret di atas aspal. Wajahnya penuh luka.

Mungkin dalam video tidak terlihat, tapi suami saya dipukul dan diseret. Itu pengakuan langsung darinya,” ujar Meli, menahan emosi.

Pihak keluarga tak tinggal diam. Mereka mendatangi rumah para terduga pelaku. Tapi nihil, kelimanya sudah lebih dulu kabur. Kasus itu pun resmi dilaporkan ke Polres Ternate.

Kami hanya ingin keadilan. Polisi harus tangkap pelakunya,” tegas Meli.

Kasi Humas Polres Ternate, AKP Umar Kombong, membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan sudah diterima. Kasus masih diselidiki. Visum sudah dilakukan dan pemeriksaan saksi akan segera dijadwalkan,” jelas Umar.

Namun kisah malam itu belum selesai. Di balik pengeroyokan tersebut, muncul nama baru: MGD alias Malik (22), warga Soa Sio. Ia datang ke lokasi setelah diberi kabar oleh temannya bahwa Grahesa mengalami kecelakaan.

Begitu tiba, Malik justru ikut jadi korban. Ia mengaku dikeroyok oleh lima orang pemuda yang sama, yang disebut berasal dari Kelurahan Makassar Timur.

Tersulut amarah, Malik pulang ke rumah, mengambil sebilah parang, dan kembali ke lokasi kejadian. Ia mengacungkan parang ke arah lima pemuda itu. Aksi ini membuat suasana sekitar SPBU Codo mendadak kacau. Warga panik, polisi pun turun tangan.

Malik langsung diamankan di Polsek Ternate Utara.

Peristiwa yang bermula dari tabrakan kecil berubah menjadi malam penuh ancaman. Kini, dua laporan berbeda—pengeroyokan dan pengancaman—harus diusut tuntas oleh aparat.

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Ternate Musnahkan 15.771 Botol Miras Ilegal dan 5,6 Kg Ganja

1 Juli 2026 - 20:13 WIT

Dari AGK ke Serly Tjoanda: Pejabat Terperiksa Tipikor Tetap Kuasai Jabatan Strategis

1 Juli 2026 - 10:58 WIT

Sambut HUT RI ke-81, Pemkot Ternate Hapus Denda PBB Selama Tiga Bulan

30 Juni 2026 - 22:01 WIT

GPM Kepung Kantor Antam, Desak Dirut Dicopot dan Anak Perusahaan di Haltim Dibekukan

30 Juni 2026 - 21:58 WIT

Aksi Jilid III di Kemenag RI, FAKI dan GPM Ultimatum Menteri Agama Copot Kakanwil Kemenag Maluku Utara

30 Juni 2026 - 21:55 WIT

Mantan Bupati Pulau Taliabu Ditahan, Korupsi Proyek ISDA Rugikan Negara Rp8 Miliar

26 Juni 2026 - 21:41 WIT

Trending di Daerah