TERNATE, SerambiTimur — Pemerintah Kota Ternate menyiapkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp1,04 triliun. Dari postur anggaran tersebut, Pemkot menargetkan surplus Rp3 miliar yang akan diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi masyarakat melalui penyertaan modal kepada PT BPRS Bahari Berkesan Kota Ternate.
Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 resmi diserahkan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan ke-III Tahun Sidang 2026 di DPRD Kota Ternate, Rabu malam (15/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Tauhid menegaskan bahwa dokumen KUA-PPAS merupakan tahapan penting dalam memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, penyusunan APBD 2027 dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai tantangan, termasuk ketidakpastian ekonomi global maupun nasional. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga ketahanan fiskal melalui pengelolaan keuangan yang sehat, peningkatan kualitas belanja, serta optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah.
“Seluruh program dan alokasi anggaran diarahkan agar berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran, terutama dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta mendukung program prioritas yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Tauhid.
Berdasarkan rancangan tersebut, total pendapatan daerah Kota Ternate pada 2027 diproyeksikan mencapai Rp1.044.647.342.825.
Pendapatan itu bersumber dari:
- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp165.019.000.000;
- Pendapatan Transfer sebesar Rp871.346.622.565;
- Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp8.281.720.260.
Sementara itu, total belanja daerah dirancang sebesar Rp1.041.647.342.825, dengan rincian:
- Belanja Operasi sebesar Rp930.887.844.258;
- Belanja Modal sebesar Rp90.759.498.567;
- Belanja Tidak Terduga sebesar Rp20.000.000.000.
Dari selisih pendapatan dan belanja tersebut, Pemkot Ternate memproyeksikan surplus anggaran sebesar Rp3.000.000.000.
Surplus tersebut nantinya akan dialokasikan sebagai penyertaan modal kepada PT BPRS Bahari Berkesan Kota Ternate. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan rancangan APBD 2027 ini, Pemkot Ternate berharap pembangunan daerah dapat berjalan lebih terarah, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.















Tinggalkan Balasan