Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 17 Jul 2024 07:51 WIT ·

Antisipasi El Nino, Maluku Utara Gelar Rapat Koordinasi Darurat Pangan


 Rapat bersama PJ. Gubernur Malut Perbesar

Rapat bersama PJ. Gubernur Malut

SerambiTimur, Sofifi– Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara menggelar Rapat Koordinasi Antisipasi Darurat Pangan Tahun 2024 sebagai respons terhadap potensi darurat pangan akibat fenomena El Nino. Acara ini berlangsung di ruang rapat lantai 4 Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, pada Rabu (17/7/2024), dan dihadiri oleh Pj Gubernur Maluku Utara, Drs. H. Samsuddin A. Kadir, M.Si.

Dalam sambutannya, Samsuddin menekankan pentingnya sektor pertanian yang multifungsi dan mencakup berbagai kepentingan, salah satunya adalah produksi beras. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan terus melakukan berbagai intervensi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beras nasional dan meningkatkan kemampuan para petani.

“Mempertimbangkan posisi strategis beras dalam pembangunan nasional dan paradigma sektor pertanian ke depan, pemerintah melakukan berbagai intervensi untuk mengoptimalkan produksi beras dan kemampuan para petani,” ujarnya.

Samsuddin merujuk pada Surat Edaran Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Republik Indonesia tanggal 24 Mei 2024 yang merekomendasikan kesiapsiagaan beberapa daerah yang diprediksi akan mengalami kekeringan.

“Hal ini mengharuskan kita segera melakukan langkah-langkah persiapan untuk mengantisipasi dampaknya, khususnya di sektor pertanian,” jelasnya.

Lebih lanjut, Samsuddin menekankan perlunya peran pemerintah dalam kegiatan adaptasi perubahan iklim, yang memerlukan investasi tinggi. Hal ini termasuk pengembangan dan percepatan adopsi teknologi usaha tani yang lebih produktif dan adaptif terhadap perubahan iklim serta penyediaan infrastruktur pertanian yang efektif.

“Program dan kebijakan untuk mengurangi kerentanan dan dampak perubahan iklim meliputi pengembangan sistem komunikasi, pengembangan kelembagaan petani, serta perakitan dan pengembangan model Sistem Usaha Tani Terpadu dan inovasi teknologi adaptif,” ungkapnya.

Samsuddin juga berharap agar keterlibatan pemerintah dalam peningkatan kapasitas petani terus ditingkatkan. Dukungan terhadap pengenalan varietas padi baru sebagai salah satu pilihan adaptasi, serta promosi benih lokal dari daerah asal sentra produksi padi, perlu diperhatikan.

“Dukungan untuk ekspansi pertanian, khususnya melalui pemanfaatan lahan dan penyediaan air, dilakukan dengan strategi perluasan dan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) sebagai bentuk usaha perlindungan lahan dari ancaman alih fungsi,” harapnya.

Di akhir sambutannya, Pj Gubernur Maluku Utara menyampaikan terima kasih kepada TNI AD dan semua pihak yang telah mendukung program kegiatan di sektor pertanian, khususnya dalam mengantisipasi darurat pangan.

(Tim)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPK Serahkan 12 LHP Semester II 2025, Wagub Malut: Transparansi Bukan Sekadar Slogan

15 Januari 2026 - 20:39 WIT

Diduga Lindungi Kasus Korupsi Rp2,8 Miliar, Polda Malut Disorot Aktivis Mahasiswa

12 Januari 2026 - 23:58 WIT

Akademisi Unkhair: Penonaktifan Empat Kepala OPD Malut Sarat Kepentingan

12 Januari 2026 - 10:14 WIT

Usai Diterjang Hujan Deras, Wakil Wali Kota Ternate Bangun Kembali Rumah Warga dari Dana Pribadi

9 Januari 2026 - 18:35 WIT

Diduga Cari Aman, Kepala OPD Malut Saling Siku Rebut Perhatian Gubernur

9 Januari 2026 - 18:27 WIT

Empat Kepala OPD Maluku Utara Dicopot Sementara, Gubernur Sherly Tunggu Hasil Pemeriksaan

5 Januari 2026 - 17:52 WIT

Trending di Sofifi