TERNATE, SerambiTimur — Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) memulai pembangunan jalan tani sepanjang 67 kilometer pada tahun anggaran 2025. Program ini difokuskan di dua wilayah utama, yakni Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat, sebagai upaya mendongkrak produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyatakan pembangunan ini merupakan bagian dari program prioritas lima tahun kepemimpinannya, didukung oleh Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 terkait pergeseran anggaran pusat ke daerah.
“Paling tidak, 200 kilometer jalan tani akan dibangun setiap tahun. Tahun ini difokuskan di dua kabupaten, tahun depan berlanjut ke wilayah lain,” ujar Sherly dalam Musrenbang RPJMD Maluku Utara di Ternate, Jumat (25/7/2025).
Menurutnya, salah satu kendala utama petani adalah sulitnya akses membawa hasil panen ke pasar. Minimnya infrastruktur menyebabkan biaya distribusi tinggi dan nilai tukar petani stagnan.
“Tidak mungkin hasil panen dipikul sejauh 5–7 kilometer. Jalan tani ini sangat dibutuhkan agar motor, bahkan kendaraan kecil bisa masuk ke lahan-lahan pertanian,” tegas Sherly.
Selain itu, Sherly menyoroti pentingnya konektivitas antarwilayah sebagai syarat utama pemerataan ekonomi. Ia menargetkan alokasi belanja modal Provinsi Maluku Utara meningkat hingga minimal 25 persen dari APBD pada 2026.
Khusus Kota Ternate, menurut Sherly, tidak dimasukkan dalam proyek ini karena tidak memiliki lahan pertanian aktif yang membutuhkan jalan tani. Fokus tetap diberikan ke sembilan kabupaten/kota lainnya di Malut.













Tinggalkan Balasan