Menu

Mode Gelap

Halsel · 25 Apr 2025 12:34 WIT ·

Muhlis Ibrahim Soroti Perubahan Signifikan di Kawasan Tambang Harita Nickel


 Muhlis Ibrahim, saat turun ke lokasi Perbesar

Muhlis Ibrahim, saat turun ke lokasi

TERNATE, SerambiTimur – Aksi demonstrasi warga di Desa Kawasi beberapa waktu lalu menarik perhatian Koordinator Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara, Muhlis Ibrahim. Ia langsung turun ke lapangan dan melakukan kunjungan kerja selama tiga hari, 19–21 April 2025, ke wilayah operasional PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel) di Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Muhlis mengaku melihat perubahan yang cukup signifikan sejak kunjungan terakhirnya pada 2022. Menurutnya, infrastruktur yang dibangun perusahaan menunjukkan kemajuan pesat, mulai dari pelabuhan, bukaan lahan, hingga fasilitas pembangunan lainnya.

“Langkah ini mempersempit kesenjangan infrastruktur antar desa dan memotong rantai ekonomi yang panjang,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Muhlis juga menyoroti aspek lingkungan yang kerap menjadi sorotan dalam dunia tambang. Ia menilai Harita Nickel cukup serius dalam reklamasi dan rehabilitasi. Hingga 2024, perusahaan ini telah mereklamasi sekitar 603,5 hektare lahan, termasuk daerah aliran sungai dan kawasan mangrove.

Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi fasilitas Loji Central Nursery seluas hampir 3 hektare yang menurutnya dikelola secara profesional dan berpotensi besar mendukung kegiatan pasca tambang.

“Pola pengaliran air tambang dan sediment pond yang dibangun Harita cukup baik dan bisa meminimalisir dampak ke lingkungan sekitar,” jelasnya.

Terkait isu pembuangan tailing ke laut, Muhlis mendorong Harita Nickel untuk lebih terbuka kepada publik.

“Isu lingkungan adalah hal paling seksi dalam industri ini. Maka, keterbukaan informasi menjadi kunci agar publik bisa menilai secara objektif,” tegas dosen teknik pertambangan ini.

Ia juga mendukung program relokasi warga ke permukiman baru Kawasi yang diinisiasi Pemkab Halsel dan Harita Nickel, seraya menilai langkah ini sebagai upaya menjamin kelayakan hidup generasi mendatang.

“Kenapa harus menolak rumah yang lebih layak dan sehat untuk anak-anak di masa depan?” tuturnya.

Muhlis menutup pernyataannya dengan menyerukan kolaborasi lintas sektor demi kemajuan kawasan lingkar tambang dan meminta semua pihak, termasuk LSM, untuk tetap kritis namun tidak memprovokasi warga.

Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejati Malut Didesak Segera Tetapkan Kadis PMD Halsel Sebagai Tersangka Kasus Dana Desa

15 April 2026 - 15:16 WIT

Dari Ruang Kelas ke Rumah Belajar: Upaya Harita Nickel Bangun Generasi Pulau Obi

3 April 2026 - 13:51 WIT

Program PELITA Angkatan Ke-5: Harita Nickel dan BPVP Ternate Siapkan Pemuda Kawasi Jadi Tenaga Terampil

16 Maret 2026 - 13:16 WIT

Berkah Ganda Ramadan di Soligi: Sembako Setengah Harga, Modal Usaha untuk Warga

21 Februari 2026 - 16:57 WIT

Dari Lahan 2 Hektare ke Pasar Tambang: Kolaborasi Tani–Industri di Obi

11 Februari 2026 - 18:31 WIT

Harita Nickel Bergerak Cepat Tangani Banjir Halmahera Barat, Logistik dan Tim Medis Diterjunkan

13 Januari 2026 - 14:43 WIT

Trending di Bisnis