Menu

Mode Gelap

Halsel · 11 Feb 2026 18:31 WIT ·

Dari Lahan 2 Hektare ke Pasar Tambang: Kolaborasi Tani–Industri di Obi


 Dari Lahan 2 Hektare ke Pasar Tambang: Kolaborasi Tani–Industri di Obi Perbesar

PULAU OBI – Industri tambang di Pulau Obi tidak hanya menghadirkan investasi dan lapangan kerja, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan sektor pertanian lokal. Salah satu contohnya adalah gerakan “Petani Milenial” yang digagas Darwan Aduhasan (33), petani muda asal Desa Buton.

Sarjana komunikasi ini memilih kembali ke tanah kelahirannya untuk bertani, alih-alih mengikuti arus bekerja di perusahaan tambang. Keputusan itu kini berbuah manis: kelompok tani yang dipimpinnya menjadi pemasok puluhan ton buah dan sayur bagi kebutuhan pangan karyawan Harita Nickel.

“Sektor pertanian di Obi sangat potensial. Selama 15 tahun keluarga kami hidup dan membiayai pendidikan hingga sarjana dari hasil kebun. Kini, dengan adanya industri, kami justru punya kepastian pasar,” kata Darwan.

Untuk memperkuat gerakan tersebut, ia membentuk kelompok tani PELANGI (Petani yang Menjunjung Tinggi Nilai Persatuan dan Gotong Royong). Kelompok ini bertujuan membangun kedaulatan pangan di lingkar tambang sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa bekerja layak tidak harus selalu di area perusahaan.

Kolaborasi dengan Harita Nickel dimulai pada 2022 melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Dari lahan awal 2 hektare, kelompok binaan seperti Daun Hijau dan Cempaka berhasil menghasilkan 7–8 ton semangka per hektare.

Memasuki 2024, seluruh proses budidaya beralih ke sistem organik atas dorongan perusahaan. Petani mendapat pendampingan CSR dalam pembuatan kompos dan pestisida nabati.

“Biaya produksi jauh lebih hemat. Dengan modal Rp250.000, kami bisa panen 2,75 ton semangka organik murni,” ungkap Darwan, penerima Penghargaan Pengembangan Desa Berkelanjutan 2024 dari Kemendes.

Seluruh hasil panen kini disalurkan ke katering perusahaan untuk memenuhi konsumsi ribuan karyawan. Model kemitraan ini dinilai menciptakan hubungan ekonomi yang berkelanjutan dan saling menguatkan.

Ke depan, program perluasan lahan terus digencarkan. Dari 28 petani aktif saat ini, Darwan menargetkan 100 petani pada 2026, dengan pengembangan komoditas sawah, hortikultura, dan buah-buahan.

“Pertanian bukan sektor pinggiran. Di tengah kawasan tambang pun, ia bisa menjadi penopang ekonomi yang kuat dan berkelanjutan,” tegas Darwan.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejati Malut Didesak Segera Tetapkan Kadis PMD Halsel Sebagai Tersangka Kasus Dana Desa

15 April 2026 - 15:16 WIT

Dari Ruang Kelas ke Rumah Belajar: Upaya Harita Nickel Bangun Generasi Pulau Obi

3 April 2026 - 13:51 WIT

Program PELITA Angkatan Ke-5: Harita Nickel dan BPVP Ternate Siapkan Pemuda Kawasi Jadi Tenaga Terampil

16 Maret 2026 - 13:16 WIT

Berkah Ganda Ramadan di Soligi: Sembako Setengah Harga, Modal Usaha untuk Warga

21 Februari 2026 - 16:57 WIT

Harita Nickel Bergerak Cepat Tangani Banjir Halmahera Barat, Logistik dan Tim Medis Diterjunkan

13 Januari 2026 - 14:43 WIT

Lapas Kelas III Labuha Perkuat Ketahanan Pangan lewat Pembinaan Pertanian Warga Binaan

6 Januari 2026 - 12:27 WIT

Trending di Daerah