Menu

Mode Gelap

Bisnis · 13 Jan 2026 14:43 WIT ·

Harita Nickel Bergerak Cepat Tangani Banjir Halmahera Barat, Logistik dan Tim Medis Diterjunkan


 Tim Harita Peduli Perbesar

Tim Harita Peduli

TERNATE, SerambiTimur – Harita Nickel menunjukkan respons cepat dalam membantu pemulihan pascabencana banjir yang melanda Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat. Melalui program Harita Nickel Peduli, perusahaan menyalurkan bantuan logistik sekaligus menerjunkan Emergency Response Team (ERT) ke sejumlah titik terdampak.

Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dan disaksikan langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat, Gunawan MT. Ali, pada Minggu (11/1/2026). Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan kepedulian Harita Nickel terhadap warga terdampak banjir.

Harita Nickel menyalurkan berbagai kebutuhan dasar berupa beras kemasan, mie instan, air mineral ukuran 600 mililiter, serta matras atau tikar yang sangat dibutuhkan para pengungsi di posko-posko desa.

Tidak hanya bantuan logistik, Harita Nickel juga mengerahkan tiga tim Emergency Response Team untuk membantu membersihkan puing-puing dan material sisa banjir yang menimbun pemukiman warga. Selain itu, dua tim paramedic turut diterjunkan untuk memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat yang mulai mengalami gangguan kesehatan pascabencana.

Rumah terdampak banjir

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada Harita Nickel. Bantuan ini akan segera kami distribusikan kepada warga di tujuh kecamatan yang terdampak banjir,” ujar Gunawan.

Usai menyerahkan bantuan di Posko Induk, tim ERT Harita Nickel langsung bergerak menuju lokasi bencana. Selain membersihkan area terdampak, tim medis membawa pasokan obat-obatan yang disalurkan melalui Puskesmas Kecamatan Ibu serta memberikan penanganan medis langsung kepada warga.

Camat Ibu, Warjin Hi. Soleman, menyebutkan bahwa sebanyak 1.593 jiwa atau 497 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh banjir. Meski kebutuhan pangan darurat mulai terbantu melalui dapur umum TNI-Polri dan Tagana, kehadiran tenaga medis serta bantuan perlengkapan tidur dinilai sangat membantu menjaga kondisi kesehatan dan psikologis warga.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Tongute Ternate, Said Sania. Ia mengungkapkan bahwa kelelahan fisik dan trauma akibat banjir mulai memicu berbagai penyakit di masyarakat, seperti gatal-gatal, demam, dan batuk. “Kehadiran paramedic dan bantuan obat-obatan dari Harita Nickel sangat membantu meringankan beban warga kami,” tuturnya.

Di tengah upaya pemulihan, kisah haru juga mewarnai proses pembersihan. Sukarni Siu, warga Desa Tongute Ternate, menceritakan bagaimana dirinya harus menggendong sang suami yang tengah sakit menuju tempat lebih tinggi saat banjir setinggi dada menerjang rumah mereka di tengah malam. Situasi tersebut semakin berat karena anak sulungnya sedang menjalani perawatan amputasi kaki di Ternate.

“Saya berharap ada bantuan untuk kesembuhan suami dan anak saya. Situasi ini sangat berat bagi kami,” ucap Sukarni dengan mata berkaca-kaca.

Kisah pilu lainnya datang dari Arfia Jalal (65), warga lanjut usia yang menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah sepanjang hidupnya. Seluruh peralatan dapur dan pakaian miliknya hanyut terbawa arus. “Badan saya sakit semua, tapi sudah diperiksa dan diberi obat oleh tim medis Harita,” katanya.

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus bekerja di lapangan untuk memastikan pembersihan sisa material banjir berjalan optimal serta pelayanan kesehatan bagi warga tetap terpenuhi selama masa pemulihan.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Lahan 2 Hektare ke Pasar Tambang: Kolaborasi Tani–Industri di Obi

11 Februari 2026 - 18:31 WIT

Dari Bukit Tabona, Runy’s School Bangun Harapan Baru Pendidikan Ramah Anak di Ternate

7 Februari 2026 - 13:23 WIT

Menakar Masa Depan Tambang Hijau: Dari Regulasi ke Praktik Nyata di Lapangan

7 Februari 2026 - 12:43 WIT

Dukung BK3N 2026, NHM Edukasi Kesehatan Gigi Pelajar MTs di Halmahera Utara

4 Februari 2026 - 11:38 WIT

Warga Dilarang Pesan Taksi Online di RS Chassan Boesoirie, Aturan Dipertanyakan

27 Januari 2026 - 19:09 WIT

Aksi FPAKI-Malut: Kasus Rumdis Rp2,8 Miliar Mandek 7 Tahun, Kejati Diminta Turun Tangan

15 Januari 2026 - 18:44 WIT

Trending di Bisnis