Labuha, SerambiTimur– Proyek pembangunan sekolah unggulan bergaya Rusia di Halmahera Selatan, yang dimulai sejak 2024 dengan anggaran awal Rp35 miliar, kembali menyedot perhatian publik. Meski kini mendapat tambahan dana Rp10 miliar untuk tahun 2025, kondisi pembangunan sekolah ini masih jauh dari selesai.
Pantauan di lokasi menunjukkan progres fisik baru mencapai 60 persen, dengan fasilitas yang tampak terbengkalai. Total anggaran proyek ini telah mencapai Rp45 miliar, namun hasilnya belum memenuhi ekspektasi masyarakat.
Tanda Tanya Besar Soal Pengelolaan Anggaran
Proyek yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah ini justru menimbulkan pertanyaan besar soal pengelolaan dana. Publik mempertanyakan kinerja Dinas Pendidikan Halmahera Selatan yang dianggap tidak transparan.
“Saya berharap KPK segera melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Selatan, Siti Khodijah, untuk memberikan penjelasan terkait kelanjutan proyek ini,” ujar Marwan, salah satu warga Halsel.
Desakan agar KPK turun tangan semakin kuat, terutama dengan dugaan adanya penyalahgunaan anggaran atau ketidaksesuaian pelaksanaan proyek.
Harapan Transparansi
Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Selatan dan pihak kontraktor untuk mendapatkan klarifikasi resmi.
Masyarakat berharap adanya langkah konkret dalam mengusut masalah ini agar proyek dapat selesai sesuai rencana, dan anggaran publik digunakan secara transparan serta akuntabel.












Tinggalkan Balasan