Labuha, SerambiTimur – Keterlambatan pembayaran gaji dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Halmahera Selatan menjelang Natal akhirnya mendapat penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Asia Hasjim, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) untuk gaji dokter PTT kepada BPKAD. Namun, pencairan masih menunggu terbitnya Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
“SPM sudah kami ajukan ke keuangan. Tinggal menunggu SP2D untuk dua bulan, yaitu November dan Desember,” jelas Asia, Minggu (24/12).
Ia menambahkan, keterlambatan SP2D dari BPKAD menjadi alasan utama belum cairnya gaji. “Setelah SP2D keluar, kami segera menyerahkan data pegawai dan nomor rekening ke bank untuk proses transfer ke masing-masing rekening,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPKAD, Muhamad Nur, memastikan bahwa SP2D untuk gaji dokter PTT telah diproses dan diserahkan ke bank. Namun, ia mengakui adanya keterlambatan akibat penumpukan dokumen dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Seluruh OPD, termasuk kecamatan, serentak memasukkan SPM hingga 15 Desember 2024. Hal ini menyebabkan sedikit penumpukan dokumen yang perlu diuji. SP2D gaji dokter untuk November dan Desember baru selesai dibuat hari ini dan sudah kami antarkan ke bank sore tadi,” ujar Muhamad Nur.
Penjelasan ini diharapkan dapat meredakan keresahan para dokter PTT yang sempat cemas menghadapi libur Natal tanpa kepastian pembayaran gaji.












Tinggalkan Balasan