Menu

Mode Gelap

Haltim · 2 Des 2024 06:44 WIT ·

Dugaan Skandal Plt Kadikbud Malut dan Tim Paslon Terbongkar, Tetap Kalah Telak


 Dugaan Skandal Plt Kadikbud Malut dan Tim Paslon Terbongkar, Tetap Kalah Telak Perbesar

Foto: Monitor Indonesia (Rais Dero)
HALTIM , SerambiTimur–
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Provinsi Maluku Utara, Damruddin Rahman, diduga terlibat dalam upaya memenangkan pasangan calon (paslon) nomor urut 4, Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe, dalam Pemilihan Gubernur Maluku Utara, serta paslon nomor urut 1, Farrel Adhitama-Thaib Djalaluddin, dalam Pilkada Halmahera Timur.

Skandal ini mencuat setelah rekaman percakapan telepon melalui WhatsApp beredar, melibatkan seorang tim sukses paslon Sherly-Sarbin bernama Zibang Iskandar Alam. Zibang, yang juga diketahui sebagai kontraktor, diduga menjadi perantara Damruddin Rahman dalam memberikan arahan kepada sejumlah kepala sekolah di Maluku Utara.

Dalam rekaman tersebut, Zibang menginstruksikan Sularmi, Kepala SMAN 12 Halmahera Timur, dan Halimah, Kepala SMK Negeri 10 Kepulauan Sula, untuk menggalang dukungan terhadap Sherly-Sarbin dalam Pilgub Maluku Utara. Selain itu, mereka juga diarahkan memenangkan paslon Farrel-Jadi di Halmahera Timur dan Hendrata Thes-Muhammad Natsir (HT Manis) di Kepulauan Sula.

Zibang bahkan meminta kepala sekolah untuk mengumpulkan orang tua siswa di sekolah masing-masing guna mengarahkan pilihan mereka. Dalam percakapan tersebut, Zibang menyebut nama Damruddin Rahman sebagai sosok yang memberikan perintah.

“Komandan di provinsi (Damruddin Rahman) sudah instruksikan, ibu harus pasang badan. Bungkus semuanya!” ujar Zibang dalam rekaman yang tersebar.

Namun, meskipun diduga menggunakan strategi yang tidak etis, paslon Farrel-Jadi tetap mengalami kekalahan telak dalam Pilkada Halmahera Timur pada 27 November lalu. Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count), Farrel-Jadi hanya meraih 22.978 suara (41%), sedangkan paslon nomor urut 2, Ubaid Yakub-Anjas Taher, unggul dengan 32.941 suara (58%) dari total 56.451 suara pemilih.

Skandal ini menjadi perhatian publik, menyoroti dugaan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat pendidikan dan keterlibatan oknum tertentu dalam politik praktis. Meski demikian, hasil perolehan suara menunjukkan kekuatan suara rakyat tetap menjadi penentu utama.

Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rakorwil NasDem Malut Panaskan Mesin Partai, Willy Aditya: Kemenangan Dibangun dari Basis Rakyat

24 April 2026 - 13:11 WIT

Kepala Desa Lingkar Tambang Bantah Tunggakan Pembayaran Lahan PT AJP

28 Februari 2026 - 16:21 WIT

Akademisi IAIN Ternate Soroti Hasil Seleksi Petugas Haji Daerah Malut 2026

25 Januari 2026 - 14:44 WIT

TIM PEMENANGAN SERLY-SARBIN KOTA TERNATE BERI WARNING KEPADA GUBERNUR DAN WAGUB MALUKU UTARA

14 Januari 2026 - 17:45 WIT

Dinonaktifkan Karena Diperiksa, Akademisi Pertanyakan Kenapa Abubakar Tetap Bertahan

10 Januari 2026 - 15:54 WIT

NasDem Maluku Utara Tancap Gas Menuju 2029, Rakerwil I Jadi Titik Balik Konsolidasi

7 Januari 2026 - 14:38 WIT

Trending di Politik